A Walk To Remember

Author : Park Hyosang

Main Cast : Leeteuk, Super Junior’s member

Note : FF ini terinspirasi dari film A Moment to Remember. Jadi kalo ada cerita yang sama, itu semua cukup disengaja. Hehehe..

Sorry for typo and happy reading..

 

@ Star City Apartemen 12th floor

Suasana dorm Super Junior pagi ini terlihat lebih tenang dari biasanya. Padahal mereka semua sedang berkumpul di lantai 12. Mereka yang memang sedang bebas tugas menjalani pagi mereka dengan kesibukan masing-masing. Sang leader, Leeteuk sedang berada di kamarnya, mencoba untuk menulis sebuah lagu. Heechul sedang bersiap untuk perkerjaan barunya sebagai pelayan masyarakat. Yesung sibuk mengambil foto anjingnya, kkoming. Shindong masih berolahraga bersama Siwon. Sungmin dan Ryeowook menemani Donghae sarapan di dapur mereka yang cukup berantakan itu. Sedangkan sang magnae, Kyuhyun, masih saja berkutat dengan game-nya, dan kali ini dia mendapat teman bermain yaitu Eunhyuk.

Yeoreobeun.. Aku berangkat dulu!” Heechul berteriak sebelum keluar dari dorm.

Leeteuk keluar dari kamarnya dan menatap Heechul heran. Heechul yang merasa aneh ditatap seperti itu segera melayangkan pertanyaan pada sahabatnya, “Wae?”

“Kau mau kemana? Hari ini kan kita libur,” ucap Leeteuk.

“Eh?” Semua orang, termasuk Heechul, terkejut mendengar pertanyaan sang leader.

“Jungsoo-ya, ini masih terlalu pagi untuk membuat lelucon,” ucap Heechul datar.

Mwoya? Aku serius. Kau mau kemana?” Leeteuk mengulang pertanyaannya tadi.

“Astaga, Hyung.. Apa kepalamu terbentur sesuatu tadi malam? Atau kau terlalu banyak berpikir sehingga otakmu macet?” ucap Kyuhyun yang masih sibuk dengan stick PS-nya.

“Bukan begitu, Kyu. Umur Teuki Hyung memang sudah tua, jadi ingatannya pun mulai terganggu,” ucap Ryeowook yang membuat semua orang terkekeh. Tapi tidak dengan Leeteuk, dia masih bingung.

Melihat Leeteuk yang memasang wajah seperti itu, Heechul pun mendekati Hyung-nya itu. “Jungsoo-ya, aku tahu kau tak rela melihatku wajib militer lebih dulu daripada dirimu. Tapi kupikir kita sudah membicarakan ini sebelumnya. Jadi sekarang aku pergi dulu,” ucap Heechul sambil merangkul pundak Leeteuk.

“Astaga! Aku lupa. Kau kan memang sudah ikut wajib militer beberapa bulan yang lalu.” Leeteuk menepuk dahinya sendiri.

Heechul hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Leeteuk. Dia menepuk bahu Leeteuk sebelum benar-benar berangkat menuju tempatnya bekerja.

^^^^

Siangnya, beberapa member pergi keluar untuk sekedar jalan-jalan melepas penat. Yang ada di dorm hanya Leeteuk, Donghae, dan Ryeowook. Mereka duduk di sofa dan menonton televisi bersama. Tiba-tiba saja Leeteuk berdiri dan berjalan menuju kamarnya. Namun baru sebentar, dia keluar lagi dan pergi ke dapur. Setelah itu Leeteuk kembali lagi ke tempat mereka duduk tadi.

Donghae dan Ryeowook yang awalnya tidak begitu memperhatikan leader mereka itu, mau tidak mau menjadi heran juga. Leeteuk seperti sedang mencari sesuatu yang sangat penting. Mereka pun berniat membantu Leeteuk.

Hyung, wae geurae? Kau mencari apa?” tanya Ryeowook.

Ne.. Hyung. Biar kami bantu carikan,” tambah Donghae.

“Aku mencari handphone-ku.” Leeteuk masih sibuk mencari-cari di dekat sofa.

Mwo? Handphone?” Donghae terkejut mendengar ucapan Leeteuk barusan.

Ne. Wae?” Leeteuk menatap Donghae heran.

Handphone-mu dari tadi ada di atas meja itu Hyung. Kau sendiri yang meletakkannya di situ,” ucap Ryeowook sambil menunjuk meja di hadapannya.

“Kapan aku meletakkannya di sana? Apa kau yang membawanya, Hae?” tanya Leeteuk.

“Ani. Hyung sendiri yang membawanya,” ucap Donghae. Leeteuk hanya menggedikkan bahunya dan masuk ke dalam kamarnya.

“Sebenarnya Teuki Hyung kenapa? Dia aneh sekali akhir-akhir ini,” ucap Donghae.

Ne. Kemarin saja Teuki Hyung lupa memakai sepatu saat kita mau tampil,” ucap Ryeowook.

“Apa mungkin Teuki Hyung terlalu lelah sehingga menganggu pikirannya?” tanya Donghae lebih pada dirinya sendiri.

“Mungkin saja, Hyung,” ucap Ryeowook.

^^^^

A Few Days Later..

@ SM Building

Kesembilan member Super Junior berkumpul di ruang rapat. Hari ini mereka dipanggil oleh Kim Youngmin, CEO SM, untuk membicarakan hal penting. Mereka menebak-nebak apa yang akan dikatakan pimpinan mereka itu.

“Aku menyuruh kalian berkumpul untuk membicarakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan Super Junior ke depannya,” ucap Kim Youngmin.

“Eh? Memangnya Super Junior kenapa?” tanya Kyuhyun.

“Seperti yang kita ketahui bersama, Leeteuk akan segera mengikuti wajib militer selama 2 tahun. Otomatis posisi leader menjadi kosong. Dan sangat tidak mungkin group besar seperti kalian tidak memiliki seorang leader. Oleh karena itu, hari ini aku meminta kalian berkumpul untuk mendiskusikan siapa leader pengganti Leeteuk,” ucap Kim Youngmin.

Semua member Super Junior terkejut mendengar ucapan Kim sajangnim. Tak pernah sekalipun terlintas di pikiran mereka untuk menggantikan Leeteuk. Yang mereka tahu, Leeteuk adalah leader mereka dari awal hingga akhir. Tak ada pengganti. Tak ada leader baru.

Rapat yang diadakan hari ini pun tidak mendapatkan keputusan apa-apa. Seluruh member Super Junior menolak penggantian leader yang diusulkan oleh Kim Youngmin. Sementara sejak tadi hingga mereka keluar dari ruang rapat, Leeteuk hanya diam tak mengeluarkan sepatah kata pun.

Hyung..” panggil Yesung yang berjalan di dekat Leeteuk. “Gwaenchana?”

Leeteuk mengangguk dan tersenyum. Wajahnya pucat dan keringat mengalir di pelipisnya. Yesung menghentikan langkahnya melihat keadaan Leeteuk yang seperti itu. “Hyung.. Kau yakin baik-baik saja?” Namun belum sempat Leeteuk menjawab pertanyaan itu, tubuhnya telah lebih dulu ambruk. Leeteuk pingsan.

Hyung!” Yesung refleks berteriak saat melihat Leeteuk jatuh di hadapannya. Member lainnya segera menghampiri Leeteuk dan Yesung. Mereka segera membawa Leeteuk ke rumah sakit.

 

@ Hospital

“Dokter, Teuki Hyung kenapa?” tanya Sungmin pada Dokter yang baru saja keluar dari kamar tempat Leeteuk dirawat.

“Dia kelelahan dan terlalu banyak pikiran. Tubuhnya tidak mampu menahan beban pikiran yang berat,” jelas sang Dokter.

“Boleh kami melihatnya sekarang?” tanya Donghae.

“Silahkan. Dia sudah sadar,” jawab Dokter sambil tersenyum.

Ne. Kamsahamnida..” ucap mereka serempak sambil membungkukkan badan.

^^^^

One Week Later..

@ Star City Apartemen 12th Floor

Leeteuk baru saja pulang dari shooting Star King. Dia berjalan gontai menuju sebuah kamar. Shindong, Heechul dan Donghae hanya memperhatikan Leeteuk dengan heran.

Hyung.. Kenapa masuk ke kamarku?” tanya Shindong.

“Eh? Ini kamarmu?” tanya Leeteuk.

“Ne. Kamarmu yang itu.” Shindong menunjuk salah satu kamar yang ada di sana.

“Oh..” gumam Leeteuk sambil memasuki kamarnya.

Donghae yang penasaran dengan tingkah Leeteuk ikut masuk ke kamarnya itu. Dia melihat Leeteuk yang sedang berdiri di tengah ruangan kamar dan memperhatikan sekelilingnya dengan serius.

Wae geurae, Hyung?” tanya Donghae.

“Kau rajin sekali membereskan kamar ini,” ucap Leeteuk.

Ani. Aku tidak membereskannya. Hyung sendiri yang melakukannya tadi pagi sebelum berangkat,” ucap Donghae.

“Benarkah?”

Hyung.. Sebenarnya kau ini kenapa? Lebih baik kau periksa ke dokter. Sifat pelupamu sudah keterlaluan, Hyung..” ucap Donghae.

Arra.. Besok aku akan ke rumah sakit,” ucap Leeteuk.

^^^^

Tomorrow..

@ Hospital

Leeteuk’s POV

Atas saran Donghae aku pun pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diriku. Aku pergi sendirian karena member lainnya ada jadwal. Setelah menunggu beberapa menit, namaku pun dipanggil oleh seorang suster. Aku mengikutinya masuk ke sebuah ruangan yang dipenuhi oleh gambar-gambar kepala dan juga otak.

Aku menyunggingkan senyumku pada Dokter yang ada di ruangan itu. Dokter itu pun menyuruhku duduk di hadapannya, sementara suster yang mendampingiku tadi keluar.

Anyeonghasaeyo, Park Jungsoo-ssi,” ucap Dokter yang bernama Han Seungho ini.

Anyeonghasaeyo, Dokter Han,” ucapku.

“Jadi.. Apa keluhan Anda, Jungsoo-ssi?” tanya Dokter Han.

Aku menceritakan semua yang terjadi padaku selama beberapa minggu terakhir ini. Sifat pelupaku semakin hari semakin parah saja. Aku bahkan sering lupa dimana aku berada. Dokter Han menganggukkan kepalanya mendengar ceritaku.

“Apa Anda pernah pingsan beberapa hari belakangan ini?” tanya Dokter Han.

Ne.. Sekitar seminggu yang lalu. Kata Dokter yang merawatku, aku terlalu lelah dan banyak pikiran,” ucapku. Lalu Dokter Han mengajukan beberapa pertanyaan yang menurutku tidak terlalu penting, tapi anehnya aku tidak bisa menjawabnya.

“Jungsoo-ssi, Anda adalah leader dari sebuah boyband, bukan?” tanya Dokter Han yang kujawab dengan anggukan. “Berapa banyak anggota grup Anda?”

“11.. Atau 12.. Ah aku agak lupa,” ucapku pelan.

“Sudah berapa lama grup Anda ini sejak pertama kali debut?”

“Emm.. 4 tahun? Ah, sepertinya kami sudah ada sejak… Sejak..” Entah kenapa aku lupa sejak kapan Super Junior ada.

“Baiklah, Jungsoo-ssi.. Sebaiknya kita lakukan scan. Anda tidak keberatan, bukan?” tanya Dokter Han. Aku hanya menganggukkan kepalaku.

Aku masuk ke dalam sebuah ruangan yang digunakan untuk melihat isi kepalaku. Aku menjalani semuanya sesuai dengan yang diperintahkan Dokter Han. Aku terus berdoa agar tidak terjadi sesuatu yang buruk padaku.

Setelah menunggu beberapa saat, hasil dari scan-ku tadi keluar. Dokter Han mengajakku masuk ke ruangannya lagi. Aku menurut dan duduk di tempatku tadi.

“Jungsoo-ssi, ada protein tak wajar yang menyumbat pembuluh batang otak Anda dan menyebabkan sel otak Anda terganggu..”

“Maaf, Dokter Han. Saya tidak begitu mengerti ucapan Anda. Langsung ke intinya saja. Saya sakit apa?” tanyaku.

“Anda mengidap Alzheimer, Jungsoo-ssi.” Dokter Han menatap mataku dalam.

Mwoeyo? Al.. Al.. Apa?” Aku masih tak mengerti.

Alzheimer, Jungsoo-ssi. Anda mengidap penyakit langka bernama Alzheimer,” jelas Dokter Han. “Pertanyaan-pertanyaanku tadi untuk mendiagnosa daya ingat Anda.”

“Lalu apa yang akan terjadi padaku, Dokter?”

“Anda akan mengalami kelumpuhan mental sebelum kelumpuhan fisik. Perlahan-lahan Anda akan melupakan semuanya, pekerjaan, teman-teman, kekasih Anda, keluarga, bahkan Anda akan melupakan diri Anda sendiri,” ucap Dokter Han. Aku membeku mendengarnya. Aku akan melupakan semuanya? Bagaimana ini?

“Pasti ada obatnya, kan..”

“Sampai sekarang belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini. Obat-obatan yang ada hanya untuk memperlambat saja,” jawab Dokter Han.

^^^^

Aku berjalan keluar dari rumah sakit dan langsung menuju dorm dengan menggunakan mobilku. Begitu sampai, aku tak langsung turun dari mobil. Aku butuh waktu untuk sendiri. Aku tidak ingin diganggu oleh siapapun saat ini.

Bagaimana mungkin aku akan melupakan semua yang ada di sekitarku? Bagaimana dengan Super Junior nantinya? Bagaimana dengan dongsaengdongsaengku? Bagaimana dengan Ibu dan Noona-ku? Apa yang harus aku lakukan? Tuhan.. Aku tidak mau melupakan mereka.

 

Author’s POV

Leeteuk memegang setir mobilnya dengan erat hingga buku tangannya memutih, berharap hal itu dapat mengurangi sedikit beban yang ditanggungnya. Airmata mulai membasahi wajahnya. Leeteuk menangisi dirinya sendiri. Menangisi apa yang telah menimpanya.

Setelah berjam-jam berada di mobilnya, akhirnya Leeteuk keluar dan berjalan menuju lift. Dia masuk ke apartemennya, dan ternyata semua dongsaeng-nya sudah menunggunya untuk mendengar analisa Dokter.

Hyung, apa kata Dokter? Kau baik-baik saja, kan?” tanya Eunhyuk semangat.

Leeteuk tak menjawab pertanyaan itu. Dia menatap satu per satu wajah dongsaeng-nya. Mencoba untuk tidak menangis di hadapan mereka. ‘Tuhan.. Kumohon jangan biarkan aku melupakan wajah-wajah ini,’ teriak Leeteuk dalam hati.

Hyung.. Bagaimana? Apa penyakitmu?” tanya Kyuhyun.

“Aku.. Aku tidak apa-apa. Gokjonghajima,” ucap Leeteuk pelan dan berlalu menuju kamar mandi. Leeteuk tak bisa menyembunyikan airmatanya lagi. Dia menangis sejadi-jadinya di sana. Hatinya pilu jika mengingat penyakitnya.

Sementara itu di ruang TV, kesembilan member Super Junior bingung melihat gelagat Leeteuk. Mereka yakin bahwa Leeteuk menyembunyikan sesuatu dari mereka.

^^^^

2 Days Later..

@ Practice Room

Manager Super Junior terus menggerutu karena anak-anak asuhannya belum memulai latihan yang seharusnya sudah dilakukan sejak satu jam yang lalu. Hal ini dikarenakan sang leader yang belum juga datang, padahal biasanya Leeteuk selalu datang paling awal.

“Kenapa belum datang juga?” tanya Ryeowook entah pada siapa.

“Mungkin shooting WGM diperpanjang..” ucap Yesung.

“Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Teuki Hyung?” Donghae terlihat cemas.

“Itu tidak mungkin, Hae. Teuki Hyung tidak seperti dirimu,” ucap Eunhyuk.

Tiba-tiba handphone Siwon berbunyi. Tertera nama Heechul di sana. Siwon pun mengangkat teleponnya. “Ne, Heechul Hyung..”

Ya! Kalian dimana, hah?” ucap Heechul. Kentara sekali dia sedang kesal.

“Kami di ruang latihan, wae?” tanya Siwon.

“Kalian ini bagaimana sih! Apa kalian tidak tahu kalau Jungsoo tersesat? Dia tadi meneleponku dan meyuruhku menjemputnya entah dimana. Apa kalian semua tidak ada yang peduli dengannya? Aku ini sedang wajib militer!” Heechul berteriak membuat semua orang yang ada di ruangan itu mendengar suaranya.

M-Mwo? Teuki Hyung tersesat? Bagaimana bisa?” tanya Sungmin.

Molla.. Lalu dimana Teuki Hyung sekarang, Hyung?” tanya Siwon pada Heechul.

Nado molla. Saat aku tanya, dia juga tidak tahu sedang ada dimana. Cepat kalian cari dia. Atau kalian aku bunuh satu per satu!” ucap Heechul sebelum memutuskan teleponnya.

Semua member Super Junior saling berpandangan sejenak. Mereka bingung dengan apa yang sedang terjadi dengan Leeteuk. Bagaimana mungkin dia lupa jalan yang sudah dilaluinya sejak 12 tahun yang lalu?

^^^^

Mereka akhirnya menemukan Leeteuk. Namja itu berada di dalam mobilnya yang diparkir lumayan jauh dari gedung SM. Saat mereka mengetuk jendela mobilnya, Leeteuk terlihat seperti orang linglung. Dia membuka pintu mobilnya dan menatap mereka satu per satu.

Mian.. Aku lupa jalannya,” ucapnya.

 

@ Star City Apartemen 11th Floor

Malamnya kesembilan member Super Junior, termasuk Heechul, berkumpul di lantai 11 untuk membicarakan masalah leader mereka itu. Mereka sengaja meninggalkan Leeteuk sendirian di lantai atas dengan alasan ada tugas mendadak.

“Apa kita tanya saja pada Dokter yang kemarin memeriksanya?” Shindong memberikan usul.

“Tapi bagaimana caranya? Kita tidak memiliki waktu untuk ke sana,” ucap Kyuhyun.

“Pasti bisa. Siapa yang besok tidak ada jadwal?” tanya Heechul.

“Besok aku dan Kyuhyun penuh, Hyung.” Ryeowook menunjuk dirinya sendiri dan Kyuhyun.

“Aku ada shooting drama sampai sore,” ucap Siwon.

“Aku harus siaran,” jawab Shindong.

“Sepertinya aku bisa, Hyung. Aku hanya ada jadwal pagi saja,” ucap Donghae.

“Aku juga. Kita pergi bersama saja, Hae.” Eunhyuk merangkul pundak sahabatnya itu.

“Kalau kalian pergi siang, aku juga akan ikut. Jadwalku hanya siaran sukira,” ucap Sungmin.

“Aku juga akan pergi bersama kalian,” ucap Yesung.

^^^^

@ Hospital

Yesung, Sungmin, Donghae dan Eunhyuk masuk ke ruangan Dokter Han. Mereka tidak menggunakan alat penyamaran karena di rumah sakit jarang ada stalker yang mengikuti. Lagipula orang-orang akan menganggap mereka hanya sekedar melakukan medical check up biasa.

Dokter Han menyambut mereka berempat dengan ramah. Mereka dipersilahkan duduk di sebuah sofa yang ada di ruangan itu.

“Jadi.. Ada apa kalian datang kemari?” tanya Dokter Han.

“Bagini, Dokter Han.. Kami ingin menanyakan sesuatu tentang Teuki Hyung,” ucap Eunhyuk.

“Teuki? Nugusaeyo?” tanya Dokter Han. “Sepertinya pasienku tidak ada yang namanya Teuki.”

“Ehm.. Maksud kami Jungsoo. Park Jungsoo,” ucap Sungmin.

“Ohh.. Ne.. Ne.. Beberapa hari yang lalu dia memang kemari,” ucap Dokter Han.

“Lalu apa penyakit Teuki Hyung, Dokter? Apa parah?” tanya Donghae.

“Dia tidak mengatakannya pada kalian?” tanya Dokter Han.

“Dia hanya bilang bahwa dia baik-baik saja,” ucap Yesung.

“Jungsoo-ssi mengidap Alzheimer,” ucap Dokter Han.

“Penyakit apa itu, Dokter?” tanya Sungmin.

Alzheimer merupakan penyakit yang membuat penderitanya mengalami gangguan ingatan. Secara perlahan, dia akan melupakan semua yang ada di sekitarnya. Semuanya..” ucap Dokter Han.

“I-Itu.. Masih bisa disembuhkan kan?” tanya Donghae. Airmata mulai menetes di pipinya.

Dokter Han menggeleng pelan. “Alzheimer belum ada obatnya.”

Geotjimal… Dokter macam apa kau ini?!” Eunhyuk mencengkeram kerah baju Dokter Han.

“Terimalah kenyataannya.. Hyung kalian memang sudah tidak bisa diselamatkan lagi,” ucap Dokter Han.

“Jangan berbohong padaku, brengsek!!” Eunhyuk meraung.

“Hyukjae-ya, lepaskan dia. Kita pulang saja,” ucap Yesung sambil memegang tangan Eunhyuk.

“Dia bohong, Hyung. Dia bohong. Teuki Hyung tidak mungkin melupakan kita. Teuki Hyung sayang pada kita. Teuki Hyung tidak boleh melupakan aku..” Eunhyuk mulai menangis. Tangannya sudah lepas dari baju sang Dokter.

Yesung menarik Eunhyuk agar menjauh dari dokter Han. Dipeluknya dongsaeng-nya yang sedang menangis keras itu. Yesung berusaha menenangkan Eunhyuk walaupun hatinya juga hancur lebur mendengar penjelasan Dokter barusan.

Sungmin yang selama ini terkenal jarang menangis pun ikut menumpahkan airmatanya. Bagaimanapun Leeteuk sudah menjadi saudaranya selama bertahun-tahun. Bahkan hubungannya dengan Leeteuk jauh lebih dekat daripada dengan saudara kandungnya sendiri.

Mereka keluar dari ruangan Dokter Han dengan kepala tertunduk menahan semua emosi yang siap meledak kapan saja. Donghae mengambil handphone-nya dan mengirimkan pesan pada semua member Super Junior.

‘Bisakah kita berkumpul sekarang? Ini penting sekali.’

^^^^

Mereka memilih handle and greetel sebagai tempat berkumpul kali ini. Mereka bersembilan duduk di sebuah private room yang memang disediakan untuk mereka. Setelah mendapat pesan dari Donghae, mereka langsung datang tanpa peduli lagi dengan pekerjaan mereka.

“Benarkah?” tanya Shindong pelan.

Eoteohkae? Apa yang harus kita lakukan?” tanya Kyuhyun.

Mereka semua terdiam. Tak ada yang bersuara. Yang terdengar hanya isak tangis. Menangisi nasib tragis yang menimpa leader kesayangan mereka.

Drrt.. Drrtt..

Handphone Donghae bergetar menandakan adanya panggilan masuk. Dilihatnya ada nama Leeteuk tertera di sana. Donghae membersihkan ternggorokannya dan bersuara sewajar mungkin agar Leeteuk tidak tahu dia sedang menangis. Donghae menekan tombol ‘answer’ di handphone-nya.

Ne, Hyung.. Waeyo?” tanya Donghae.

“Hae-ya, bisakah kau tolong aku?” tanya Leeteuk.

“Minta tolong apa, Hyung?” tanya Donghae. Semua member Super Junior sedang melihat ke arahnya.

“Aku tadi pergi ke supermarket dan sekarang aku tidak tahu caranya pulang ke rumah. Eoteohkae, Hae? Bisakah kau jemput aku?” tanya Leeteuk.

Donghae menangis mendengar ucapan Leeteuk. “Hyung di supermarket mana?” tanya Donghae masih berusaha meredam isakannya.

“Supermarket Convenient,” jawab Leeteuk.

“Baiklah.. Hyung tetap di sana. Jangan kemana-mana, arraseo. Aku akan menjemputmu,” ucap Donghae.

Arra.. Jangan lama-lama, ya!” ucap Leeteuk sebelum menutup teleponnya.

Donghae memasukkan handphone-nya ke saku jaketnya. Tangisnya pecah seketika itu juga. Bagaimana mungkin Leeteuk yang selama ini melindunginya menjadi tak berdaya seperti ini?

“Hae.. Yang tadi Teuki Hyung, kan? Dia kenapa?” tanya Siwon.

“Teuki Hyung memintaku menjemputnya. Dia lupa jalan pulang,” jawab Donghae di sela tangisnya.

“Kalau begitu cepat kita ke sana. Jangan biarkan dia menunggu kita,” ucap Yesung yang langsung diikuti oleh semua member.

^^^^

Mereka mendapati Leeteuk yang sedang duduk sendirian di luar supermarket tanpa penyamaran sedikitpun. Untung saja supermarket itu tidak terlalu jauh dari dorm dan hari yang sudah gelap membuat Leeteuk tidak begitu dikenali.

Begitu melihat Leeteuk, Donghae langsung menghambur ke pelukannya dan menangis di sana. Leeteuk heran dengan kelakuan Donghae dan member lainnya yang ikut menangis juga.

“Kalian sudah tahu ya?” tanya Leeteuk begitu Donghae melepaskan pelukannya.

“Tahu apa, Jungsoo-ya?” tanya Heechul pura-pura tidak mengerti.

“Kalian sudah tahu, kan bahwa di dalam kepalaku ada penghapusnya?” tanya Leeteuk datar.

“Kenapa menyembunyikannya dari kami, Hyung? Kenapa kau tidak membagikannya pada kami?” tanya Ryeowook.

“Aku tidak ingin kalian sedih. Lihat saja sekarang. Kalian semua menangis. Aku benci sekali melihatnya,” ucap Leeteuk.

“Kami tidak menangis, Hyung. Kami tidak menangis,” ucap Sungmin sambil menghapus airmatanya.

“Aku akan keluar dari Super Junior dan pergi dari sini,” ucap Leeteuk tiba-tiba.

Mwo? Wae?” tanya Kyuhyun.

“Aku tidak ingin menjadi beban kalian, Kyunnie. Aku tidak ingin melupakan kalian seperti ini. Jika aku tetap berada di sini, maka kalian akan sakit hati melihatku yang sama sekali tidak mengingat kalian semua. Aku takut..” ucap Leeteuk pelan.

“Kau tidak akan menjadi beban untuk kami, Jungsoo-ya. Kau adalah kakak kami, jadi memang sudah seharusnya kami merawatmu. Jika kau takut melupakan semuanya, maka kami bersedia menjadi ingatanmu. Kami semua akan tetap menjadi memorimu. Kami yang akan mengingat semuanya untukmu. Jangan takut, Jungsoo-ya. Jangan takut,” ucap Heechul.

^^^^

Keesokan paginya..

@Star City Apartemen 12th floor

“Hankyung-ah.. Hankyung-ah..” panggil Leeteuk dengan suara yang cukup keras.

Semua member Super Junior yang memang tidur di lantai 12 terkejut mendengar suara Leeteuk. Leeteuk yang merasa tidak ada yang salah berjalan menuju dapur. “Hankyung-ah.. Kau masak apa pagi ini?” tanyanya begitu mendengar ada seseorang yang memasak di sana.

Tapi langkahnya terhenti begitu melihat bukan Hankyung yang sedang memasak. “Eh? Mana Hankyung? Kalian ini siapa?” tanya Leeteuk.

Ryeowook dan Sungmin yang mendapat pertanyaan seperti itu dari Leeteuk hanya bisa terdiam menahan tangis. Leeteuk tak lagi mengenal mereka.

“Ini aku, Hyung.. Lee Sungmin dan ini Kim Ryeowook,” ucap Sungmin dengan sebuah senyum palsu.

“Ohh.. Mian.. Aku lupa, Sungmin-ah, Wookie-ya, mian.” Leeteuk sedikit membungkuk.

Gwaenchana, Hyung..” ucap Sungmin.

“Lalu dimana Hankyung? Mengapa dia tidak membuat sarapan? Apa dia masih tidur?” Leeteuk berjalan keluar dari dapur. Meninggalkan Ryeowook dan Sungmin yang terdiam.

Leeteuk melihat Heechul dan member lainnya yang sedang menonton televisi. Leeteuk menghampiri mereka. “Hankyung eoddie? Mengapa dia tidak membuatkan sarapan untuk kita?” tanya Leeteuk pada Heechul.

“Hankyung sedang ada jadwal di Taiwan, Jungsoo-ya. Dia berangkat tadi pagi-pagi sekali, jadi dia tidak sempat berpamitan padamu,” jawab Heechul.

“Ah.. Begitu. Ya sudahlah. Ayo kita sarapan.. Sepertinya makanannya sudah jadi. Tadi Ryeo.. Ryeo.. Ehm… Sung.. Sung..”

“Ryeowook dan Sungmin, Hyung,” ucap Eunhyuk.

“Ah.. ne. Ne. Mereka berdua sepertinya sudah selesai masak,”

Mereka mengikuti Leeteuk menuju ruang makan. Tapi tiba-tiba saja Leeteuk berhenti dan melihat ke arah mereka. “Mana Kibum dan Youngwoon?” tanya Leeteuk.

“Ah.. Mereka juga ada jadwal pagi ini,” jawab Yesung.

“Hah? Mereka itu bagaimana sih? Pergi tanpa bilang padaku terlebih dahulu. Kalian makan saja duluan, aku akan menelepon mereka agar tidak lupa sarapan,” ucap Leeteuk dan hendak berbalik menuju kamarnya.

Namun dengan cepat Eunhyuk menahan lengannya. “Tidak perlu, Hyung. Tadi mereka sudah sarapan. Sekarang Hyung duduk dulu. Kita mulai sarapannya,” ucap Eunhyuk sambil membimbing Leeteuk ke kursinya.

^^^^

Semenjak Leeteuk didiagnosa mengidap Alzheimer, namja itu tak lagi aktif bersama Super Junior. Dia tak lagi mengikuti kegiatan keartisannya. Hal ini pun sudah disetujui oleh pihak manajemen mereka. Tapi yang menjadi masalah adalah fans dan wartawan tidak bisa diam melihat Super Junior yang kini hanya tinggal 8 orang. Mereka terus menanyakan kemana perginya sang leader.

Dan hari ini pihak SM memutuskan untuk mengadakan konferensi pers mengenai ‘hilang’nya Leeteuk dari Super Junior. Semua member Super Junior, kecuali Leeteuk, duduk di hadapan wartawan yang siap meliput. Mereka terlihat sedih.

“Jadi, kemana perginya Leeteuk-ssi selama ini?”

“Apa benar dia sudah ikut wajib militer secara diam-diam?”

“Apa Leeteuk-ssi mengalami kecelakaan yang parah?”

Yesung mengambil alih pembicaraan, “Leader kami sedang sakit sehingga dia tidak bisa mengikuti kegiatan Super Junior seperti biasanya.”

“Benarkah itu, Yesung-ssi?”

“Apa penyakit yang diderita Leeteuk-ssi?”

“Mengapa kalian menyembunyikannya selama ini? Apa penyakitnya parah?”

Yesung berdehem pelan. “Penyakitnya parah.. Dan tak bisa disembuhkan.” Suara Yesung tercekat karena menahan tangis. Dia tak mampu melanjutkan ucapannya.

Melihat Yesung yang sudah tak mampu menjawab, Sungmin pun mengambil alih. “Leeteuk Hyung mengidap Alzheimer. Jadi kami mohon doa dari semua orang yang ada di luar sana untuk leader kami. Kami meminta ELF untuk terus mendukung dan mendoakan Leeteuk Hyung. Kami harap kalian semua dapat mengerti keadaan ini,” ucap Sungmin.

Konferensi pers pun selesai dengan sebuah berita paling mengejutkan. Leeteuk, leader boyband paling besar di dunia, mengidap penyakit langka bernama Alzheimer. ELF di seluruh dunia tertunduk sedih. Menangisi leader kesayangan mereka.

^^^^

Mereka pulang ke dorm setelah mengadakan konferensi pers itu. Leeteuk yang sedang duduk di sofa tersenyum melihat mereka pulang. Mereka semua memutuskan untuk tinggal di lantai 12 agar bisa merawat Leeteuk bersama-sama.

Hyung.. kau sedang apa?” tanya Ryeowook dan langsung duduk di sebelah Hyung-nya itu.

“Aku sedang memperhatikan benda ini. Bagaimana cara menggunakannya?” tanya Leeteuk sambil memperlihtkan handphone-nya pada Ryeowook.

“Ah.. Ini. Lebih baik Kyunnie saja yang mengajarkanmu, Hyung. Dia pintar untuk urusan seperti ini,” ucap Ryeowook sambil menunjuk Kyuhyun.

“Kyunnie.. Nugu?” tanya Leeteuk dengan kening berkerut.

Magnae kita, Hyung.” Ryeowook menarik Kyuhyun untuk duduk di dekat Leeteuk.

Magnae kita kan Kibummie. Kenapa sekarang berubah?” tanya Leeteuk. “Apa dia anggota baru yang dikatakan Sooman Seonsaengnim kemarin?”

Ne.. Hyung. Aku anggota baru. Aku anggota ketiga belas,” ucap Kyuhyun lirih.

“Oh.. Selamat bergabung dengan keluarga besar Super Junior. Semoga kau betah di sini,” ucap Leeteuk sambil memeluk Kyuhyun. Tanpa disadarinya, Kyuhyun meneteskan airmata dan mulai terisak pelan.

“Eh.. Kenapa kau menangis?” tanya Leeteuk.

“Aku terharu.. Ya.. Aku terharu.. Akhirnya aku bisa masuk ke Super Junior dan bertemu denganmu. Aku mengidolakan dirimu sejak dulu,” ucap Kyuhyun sambil menghapus airmatanya.

“Benarkah? Wahh.. Aku benar-benar tersanjung. Wookie-ya, magnae kita benar-benar pintar mengambil hati, ya?” ucap Leeteuk yang hanya ditanggapi anggukan oleh Ryeowook.

“Sudah. Sudah. Jangan menangis,” ucap Leeteuk sambil menghapus sisa airmata yang ada di pipi Kyuhyun. Hal ini justru membuat Kyuhyun menangis lebih kencang lagi.

“Maaf, Hyung.. Aku ke belakang dulu,” ucap Kyuhyun sambil bergerak menuju dapur. Sungmin dan Siwon mengikutinya.

Sementara Leeteuk hanya terbengong-bengong melihat member ‘baru’nya yang berlalu bergitu saja sambil menangis.

“Sudah.. Jangan pikirkan dia. Sekarang biar aku saja yang mengajarkanmu cara memakai benda ini,” ucap Donghae memecah kesunyian.

^^^^

Keadaan Leeteuk semakin memburuk setiap harinya. Dia tak lagi mengenal ibu dan kakaknya saat mereka datang ke dorm beberapa hari yang lalu. Dia tak ingat dimana letak kamar mandi yang membuatnya terkadang buang air kecil di sembarang tempat. Bahkan terkadang dia lupa dia sedang berada di mana dan bersama siapa.

Hari ini semua member Super Junior ada jadwal yang sama sekali tidak bisa ditinggalkan. Mereka menitipkan Leeteuk pada ahjuma yang memang sudah sering mengurus dorm. Pagi-pagi sekali mereka berangkat tanpa meminta izin pada Leeteuk, karena bisa membuatnya bingung lagi.

Heechul yang sedang bersiap untuk berangkat kerja menatap Leeteuk sejenak. Dia sudah pernah merasakan sakitnya kehilangan sahabat baiknya, tapi kali ini rasanya jauh lebih sakit. Dia ada di sini. Dia ada di hadapannya, tak pergi kemana-mana, tapi terasa sangat jauh. Rasanya jauh lebih menyakitkan saat menyaksikan sahabatnya tak lagi mengenal siapa dia. Heechul meneteskan airmatanya. Dia tak ingin kehilangan lagi. Dia takut Leeteuk meninggalkannya.

Heechul menghampiri Leeteuk yang sedang duduk di depan televisi. Diusapnya kepala Leeteuk perlahan, mencoba untuk menyalurkan kekuatan. Mencoba untuk memberitahu Leeteuk bahwa dia menyayangi Hyung-nya itu lebih dari apapun yang ada di dunia ini.

“Aku pergi dulu,” ucap Heechul. “Hati-hati di rumah.”

Leeteuk menatap punggung Heechul yang berjalan menuju pintu keluar. “Donghae-ya,” panggil Leeteuk.

Heechul menghentikan langkahnya. Lalu berbalik menghadap Leeteuk dengan senyum terkembang. “Ne?” ucapnya.

“Hati-hati di jalan. Dengarkan kata-kata gurumu. Dan jangan sampai ketiduran di kelas,” ucap Leeteuk.

Heechul mengangguk patuh. Hatinya sakit. Leeteuk menganggap dirinya adalah Donghae yang masih berada di bangku sekolah. “Ada lagi?” tanya Heechul.

Leeteuk tersenyum manis ke arah Heechul. “Aku menyayangimu, Hae..” ucapnya.

Na do..” Heechul membuka pintu dorm dan segera keluar dari sana. Tangisnya pecah. Leeteuk tak lagi mengenalnya. Leeteuk tak lagi mengingat namanya.

^^^^

Leeteuk telah kehilangan sebagian besar memorinya. Saat ini yang diingatnya hanya Donghae. Yang masih tersisa hanya memori tentang Donghae yang masih menjadi trainee dan bersekolah di sebuah SMU. Dia tak lagi mengingat member lainnya. Tak lagi mengingat Super Junior.

“Teuki Hyung sudah tidur?” tanya Sungmin begitu melihat Donghae keluar dari kamarnya.

Donghae mengangguk dan ikut duduk bersama member lainnya di ruang TV. “Aku takut..” ucapnya pelan.

Mereka semua diam. Tak ada satupun yang mengeluarkan kata-kata. Apa yang dikatakan Donghae barusan juga mereka rasakan. Mereka tahu dengan pasti bagaimana ketakutan itu menghampiri mereka dari hari ke hari.

Satu per satu mereka meninggalkan ruangan itu dan menuju kamar masing-masing. Pembahasan seperti itu hanya membuat mereka semakin tak bisa merelakan Leeteuk. Pikiran-pikiran mengenai kehilangan itu membawa mereka menuju dunia mimpi yang tenang.

Keesokan paginya mereka terbangun dan mendapati sebuah surat yang diletakkan di atas meja makan. Heechul mengambilnya dan membaca nama ‘Park Jungsoo’ di amplopnya.

“Jungsoo eoddie?” tanya Heechul pada Donghae.

“Masih tidur, Hyung..” jawabnya.

Heechul membuka amplopnya dan membaca surat itu. Surat yang ditulis oleh Leeteuk untuk mereka dan orang-orang yang ada di sekitarnya.

 

Anyeong chingudeul..

Tengah malam tadi aku tiba-tiba saja terbangun. Dan aku mengingat semuanya. Ini aneh.. Aku seperti sedang bermimpi. Tapi aku tak peduli.. Aku bisa mengingat kembali apa yang telah aku lupakan. Mungkin Tuhan memberikan aku kesempatan terakhir untuk mengenang semuanya sebelum Dia benar-benar menghapus memoriku selamanya. Mungkin besok pagi, saat aku terbangun, aku tak lagi mengenali diriku sendiri. Tapi sekali lagi, aku tak peduli.. Selagi aku masih ingat, aku akan menuliskan beberapa hal yang ingin aku katakan pada kalian.

Yang pertama ingin akau katakan adalah.. Maaf.. Maafkan aku, ya.. Aku tidak bermaksud melupakan kalian semua. Aku ini memang bukan Hyung yang baik. Bagaimana mungkin aku melupakan kalian? Melupakan cinta yang kalian berikan untukku? Aku tahu aku jahat sekali pada kalian. Jadi kumohon maafkan aku..

Dongsaeng-deul.. Aku MENCINTAI kalian semua. Walaupun aku tahu aku akan melupakan kalian, tapi kalian harus selalu ingat bahwa aku mencintai kalian. Kalian adalah bagian dari diriku. Walaupun aku tak lagi mengingatnya, tapi aku tidak akan bisa menghapus kalian dari diriku. Kalian akan tetap ada selamanya di hatiku. Walaupun nanti aku tak bisa lagi mengungkapkannya seperti biasa, tapi aku akan terus mencintai kalian sama seperti biasanya.

Jangan menangis.. Jangan pernah menangisi aku. Aku sudah pernah bilang kan bahwa aku benci melihat kalian menangis. Apalagi yang kalian tangisi adalah aku. Aku sangat tidak suka. Tersenyumlah.. Aku menyukai senyum kalian. Lepaskan aku dengan senyum yang terkembang, jangan biarkan airmata kalian mengiringi kepergianku.

Terima kasih.. Kalian sudah menjagaku dengan baik selama ini. Terima kasih sudah menjadi bagian dari diriku. Terima kasih sudah membuat aku menggapai semuanya. Terima kasih sudah menjadi adik-adikku yang manis.Terima kasih.. Jeongmal gomawo..

Jaga kesehatan kalian. Jangan sampai ada yang sakit. Apalagi seperti aku ini. Rasanya sangat mengerikan. Jika aku boleh memilih, maka aku akan memilih mati dengan cara lain daripada seperti ini. Mati dengan tak mengenali siapapun lebih menyakitkan daripada dihunus pedang berulang kali.

Jangan sering-sering bertengkar. Kalian semua sudah dewasa. Kalian tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Jangan sampai kejadian yang dulu terulang lagi. Jangan sampai ada yang pergi lagi. Super Junior sudah banyak kehilangan anggotanya. Jadi, aku mohon pada kalian untuk tetap bersama sampai akhir.

Untuk Heechul sahabat baikku. Sekarang kau lah yang paling tua di antara mereka. Aku tak menyerahkan jabatan leader padamu, hanya saja aku minta padamu untuk menjaga mereka dengan baik. Jangan marahi mereka terus. Mereka itu anak yang baik, kau tahu. Sering-seringlah berada di dorm. Jangan keluar malam dan minum-minum. Itu tidak baik untuk kesehatanmu. Heechul-ah.. Kau adalah sahabatku yang paling baik. Aku benar-benar meminta maaf padamu karena kemarin aku tidak mengenalmu dan memanggilmu Donghae. Maaf, ya..

Untuk Jongwoon yang selalu ada di sampingku. Kuharap kau bisa membantu Heechul menjaga dongsaeng-deul. Kalian berdua adalah orang-orang kepercayaanku. Kau pasti bisa membawa Super Junior menjadi lebih baik dari saat ini. Berhentilah berbuat konyol. Jaga anjingmu baik-baik, ne. Jangan terlalu lelah. Kau itu terlalu sering memaksakan diri. Aku takut nanti kau sakit. Jangan tiru aku, ne? Tetaplah menjadi kuat untuk adik-adikmu.

Untuk Shin Donghee.. Kau sekarang sangat tampan, Dong-ah. Badanmu sudah tidak gendut lagi. Usahamu berhasil. Tapi kau jangan sampai sakit karena terlalu sering diet. Aku benar-benar cemas saat kau bilang akan melakukan diet. Satu hal yang perlu ketahui, Dong-ah.. Penampilan bukanlah segalanya. Kemampuanmulah yang membuatmu dikenal orang banyak. Oh ya… Aku minta maaf karena mungkin aku tidak bisa datang di acara pernikahanmu nanti. Tolong sampaikan pada Nari juga, ya. Aku tidak begitu yakin bisa melihatmu mengucapkan janji suci itu, padahal aku ingin sekali melihatnya. Jaga baik-baik keluargamu, Dong-ah. Jangan pernah buat orang-orang yang menyayangimu kecewa.

Untuk Sungmin yang selalu tersenyum.. Tetaplah jaga senyuman itu, Sungmin-ah. Dan kalau bisa jaga senyum saudaramu yang lainnya juga. Aku sangat kagum padamu, Sungmin-ah. Kau bisa melakukan semuanya. Kau bisa melakukan dance dengan baik. Kau jago beladiri. Dan suaramu sangat indah. Aku ingin sekali berduet denganmu. Aku ingin berdiri di atas panggung berdua denganmu. Bernyanyi bersamamu, menari bersamamu.. Sungmin-ah, aku ingin minta tolong padamu, bisa kan? Tolong jaga keutuhan Super Junior. Tolong jaga grup kita. Aku tahu kau pasti bisa. Kau menyayangi mereka semua sama seperti kau menyayangi keluargamu sendiri.

Untuk Hyukjae, teman baikku.. Kau pasti marah sekali saat tahu bahwa aku akan melupakanmu. Lebih dari sepuluh tahun kita berteman baik dan aku akan melupakanmu begitu saja. Kau pasti kecewa. Aku juga, Hyukjae-ya. Aku juga kecewa. Aku juga marah. Tapi aku tidak bisa meminta Tuhan mengubah keputusan-Nya. Aku sudah ditakdirkan untuk melupakanmu. Melupakan kalian semua. Tapi aku akan tetap menyimpan cinta untuk kalian di dalam hatiku. Biar aku saja yang tahu. Jangan terlalu sering bermain-main, Hyukjae-ya. Sekarang sudah saatnya kau serius. Sainganmu semakin banyak saja di luar sana. Jika kau ingin terus menjadi dance machine Super Junior, tetaplah berlatih. Jangan lupa mengunjungi orangtua dan Noona-mu. Jangan biarkan orang-orang menyakiti keluargamu. Keluarga kita. Jaga teman-temanmu. Sayangi mereka seperti kau menyayangiku.

Untuk Donghae yang aku sayangi.. Hae, sampai tadi malam, hanya kau yang aku ingat. Kau adalah dongsaeng yang paling aku sayangi. Ayahmu sudah memberikan tanggung jawabnya padaku. Tapi sepertinya aku harus meminta maaf pada Abeonim karena tidak bisa menepati janji untuk menjaga anaknya. Aku tak lagi bisa menjagamu, Hae. Aku tak lagi bisa berdiri di sampingmu. Aku tak lagi bisa melindungimu. Maaf, Hae.. Maafkan aku. Aku Hyung yang buruk untukmu dan kalian semua. Donghae-ya, jangan terlalu sering menangis. Kau itu namja. Seorang namja tidak boleh cengeng. Kau harus kuat untuk dirimu sendiri. Mulai sekarang kau harus terbiasa tidur sendiri. Aku tak lagi bisa menemanimu di kamar. Jangan bergantung terus pada orang lain. Mulailah belajar melakukan segalanya sendiri. Aku tahu kau pasti bisa. Aku menyayangimu, Hae.. Jaga teman-temanmu.. Berjanjilah untuk tidak menangis saat aku pergi nanti.

Untuk Siwon yang baik hati.. Kau orang yang sangat taat, Siwon-ah. Tetaplah seperti itu. Aku sangat bangga padamu. Kau baik hati. Prestasimu berlimpah. Dan penggemarmu sangat banyak. Aku ingin menjadi dirimu. Ah.. Aku belum sempat menepati janjiku untuk fitness bersamamu. Maaf, ya.. Sepertinya janji itu tidak bisa aku tepati. Sering-seringlah menginap di dorm, Siwon-ah. Jaga hubungan baikmu dengan teman-temanmu. Sesibuk apapun dirimu sempatkanlah menelepon mereka. Bagaimanapun mereka itu saudaramu juga, kan?

Untuk Ryeowook yang manis.. Maaf.. Beberapa minggu yang lalu aku sempat tidak mengenalmu. Aku tahu aku salah, jadi aku meminta maaf. Wookie-ya, tetaplah seperti ini. Tetaplah perhatikan saudara-saudaramu. Kau adalah orang baik yang dikirim Tuhan untuk mengurus member Super Junior yang lain. Tapi kau juga harus memperhatikan kesehatanmu sendiri. Akhir-akhir ini kau semakin kurus saja. Jangan terlalu sering minum. Kau telihat tidak bagus saat mabuk. Jangan jadi cengeng seperti Donghae. Dan belajarlah bermain bola. Kau itu namja. Mana mungkin tidak bisa bermain bola. Ah.. Aku jadi kemana-mana. Jaga kesehatan Wookie-ya. Seringlah berolahraga.

Untuk magnae kesayanganku, Kyuhyun.. Jangan terlalu sering bermain game. Apalagi sampai begadang dan tidak tidur. Kau itu bukan robot, kau butuh tidur. Jangan menolak saat Wookie menyuruhmu makan sayur. Itu baik untuk kesehatanmu. Dan panggil saudara-saudaramu dengan sebutan Hyung. Selama ini hanya aku yang kau panggil Hyung. Mulailah memanggil yang lainnya dengan Hyung juga, karena setelah ini aku tak bisa kau panggil lagi.. Jangan pernah berhenti belajar dance pada Hyukkie. Kemampuanmu akhir-akhir ini bertambah baik. Kau harus bisa menggantikan posisiku dalam dance. Aku percaya padamu. Ah, aku ingat.. Beberapa hari yang lalu aku membuatmu menangis. Maaf, ya.. Aku benar-benar tidak ingat. Jangan terlalu banyak minum, Kyu. Tak baik untuk kesehatanmu. Jangan terlalu manja pada Hyung-mu. Jangan menyuruh-nyuruh Wookie terus. Kau harus menghormatinya. Bagaimanapun dia Hyung-mu juga.

Tolong sampaikan salamku untuk Youngwoon, Kibum dan Hangeng. Sampaikan bahwa aku meminta maaf pada mereka. Dan tolong jaga Ibu dan Noona-ku. Mereka adalah wanita-wanita yang paling aku cintai di dunia ini. Tolong katakan pada Ayahku bahwa aku sudah memaafkannya atas apa yang dulu telah dilakukannya pada kami. Aku tak lagi membencinya.

Sampaikan salam dan maafku pada semua yang ada di SM. Beritahukan mereka bahwa aku minta maaf karena telah melupakan mereka semua. Bilang pada mereka bahwa aku senang bisa berada di SM bersama dengan mereka.

Dan terakhir.. Aku benar-benar menyanyangi kalian semua. Tetaplah menjadi satu. Selamanya. Saranghae..

 

Heechul melipat kembali surat yang ditulis Leeteuk untuk mereka. Tak ada yang berani bersuara. Sampai akhirnya mereka melihat sosok yang menulis surat tersebut berdiri di ambang pintu. Mereka serentak tersenyum pada Leeteuk.

Chungsuhamnida.. Apa aku boleh bertanya?” tanya Leeteuk.

“Bertanya apa, Hyung?” Ryewook berjalan mendekati Leeteuk.

“Aku ini siapa? Ini dimana? Dan kalian siapa?” tanya Leeteuk.

Heechul mendekap Leeteuk dalam pelukannya. Diusapnya kepala Leeteuk dengan sayang. “Gwaenchana. Semua akan baik-baik saja,” ucapnya lebih pada dirinya sendiri.

Leeteuk hanya diam saja di pelukan Heechul. Member lainnya juga ikut terdiam. Ternyata apa yang ditulis Leeteuk di dalam suratnya benar. Tuhan memberikannya satu kesempatan untuk mengingat semuanya sebelum menghapus memori Leeteuk selamanya.

Tubuh Leeteuk yang berada di dekapan Heechul melemah. Dia pingsan. Heechul mengguncang tubuh Leeteuk pelan. “Jungsoo-ya.. ireona. Jungsoo-ya.. Jungsoo-ya..” panggil Heechul.

“Hyukjae-ya, cepat panggil ambulance,” perintah Yesung.

Mereka membawa Leeteuk ke rumah sakit begitu ambulance datang. Dokter Han yang memang sejak awal menangani Leetuk, telihat masuk ke ruangan tempat Leeteuk dirawat.

Berita mengenai Leeteuk yang masuk rumah sakit dengan cepat menyebar luas. Seluruh dunia mendoakan sang malaikat tanpa sayap. Berharap sesuatu yang buruk tidak terjadi pada Leeteuk. Semua member Super Junior dan keluarga mereka berkumpul di depan ruangan Leeteuk. Mereka berdoa bersama.

Dokter Han keluar dari ruangan itu. Semuanya langsung menghampiri sang Dokter. “Bagaimana keadaan Jungsoo, Dokter?” tanya Ibu Leeteuk.

Chungsuhamnida, Eomonim.. Kami tidak bisa menyelamatkan nyawa putra Anda,” ucap Dokter Han sambil tertunduk.

“Dokter Han.. Kumohon jangan bercanda. Ini benar-benar tidak lucu,” ucap Yesung.

“Maaf..” ucap Dokter Han pendek.

“BOHONG.. KAU PASTI BOHONG KAN? Jungsoo tidak mungkin pergi. Dia pasti baik-baik saja, kan?” ucap Heechul yang tak bisa mengontrol emosinya.

Hyung.. Sudah Hyung.. Sabar..” ucap Sungmin.

Inyoung menghambur masuk ke ruangan Leeteuk. Dia mendapati adiknya yang terbaring kaku di atas ranjang. Inyoung mengguncang bahu Leeteuk cukup keras. “Jungsoo-ya, ireona.. Bangun, sayang.. Noona di sini. Jungsoo-ya, kau tidak ingin bertengkar dengan Noona lagi?” ucap Inyoung dengan airmata yang mengalir di pipinya.

“Sayang.. Bangunlah.. Jungsoo-ya. Noona akan memukulmu jika kau tidak bangun juga. YA! PARK JUNGSOO!” Inyong berteriak membangunkan adiknya.

Noona.. geumanhae..” Eunhyuk menarik Inyoung ke dalam pelukannya. Inyoung menangis dengan keras di pelukan Eunhyuk.

Semua orang yang tadi berada di luar, ikut masuk ke dalam. Menyaksikan tubuh kaku Leeteuk yang sudah tak bernyawa. Ibu Leeteuk mendekati anaknya. Diciumnya dahi Leeteuk dengan penuh sayang. “Cepat sekali kau pergi, sayang.. Eomma masih ingin bersama denganmu. Eomma menyayangimu, Jungsoo-ya.”

Tak satupun dari member Super Junior yang meneteskan airmatanya. Susah payah mereka bertahan untuk tidak menangis. Bagaimanapun mereka harus mengabulkan permintaan terakhir Leeteuk untuk melepasnya dengan senyum. Dan mereka pun melakukannya walau sulit.

Satu per satu member Super Junior mendekat ke tubuh Leeteuk untuk mengucapkan salam perpisahan. Mereka berusaha untuk mengikhlaskan kepergian leader kesayangan mereka itu.

Heechul mengusap rambut Leeteuk dengan lembut. “Jungsoo-ya, selamat jalan.. Aku pasti akan menepati janjiku padamu. Aku akan melindungi mereka seperti halnya yang kau lakukan selama ini. Beristirahatlah dengan tenang,” ucap Heechul pelan.

Yesung maju dan memeluk tubuh kaku Leeteuk. “Hyung, berbahagialah di sana. Tunggu kami, ya.. Aku pasti akan menjaga dongsaengdeul sesuai dengan pesanmu.”

Hyung.. Aku mencintaimu.” Hanya itu yang mampu diucapkan Shindong. Dia tersenyum walaupun airmata menggantung di sudut matanya.

Sungmin mendekat dan mencium pipi Leeteuk. “Hyung.. gomawo..”

Giliran Eunhyuk yang maju. Didekapnya tubuh Leeteuk dengan hati-hati. “Hyung.. kenapa cepat sekali? Aku ingin lebih lama lagi bersama denganmu. Sekarang pasti akan sangat berbeda tanpamu. Tapi kuharap kau selalu memantau kami dari sana. Aku pasti akan menjaga keluarga kita, Hyung.”

Siwon pun maju dan berbisik pelan, “Hyung.. semoga kau mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan. Kau juga orang yang taat. Aku akan selalu mendoakanmu.”

Donghae menggenggam tangan Leeteuk. “Hyung, kau tidak perlu meminta maaf pada Appa. Dia tahu kau sudah menjalankan tugasmu dengan sangat baik. Kau sudah menjaga dan mellindungiku selama ini. Kuharapa aku bisa berjalan sendiri tanpamu. Kuharap aku bisa menjadi kuat tanpamu. Walau aku tahu itu akan sulit sekali. Hyung.. sampaikan salamku pada Appa, ya.  Aku mencintamu, Hyung.. Sungguh sangat mencintaimu.” Donghae mencium tangan Leeteuk sebelum mundur ke tempatnya semula.

Ryeowook mencium dahi Leeteuk dan tersenyum. “Kau lihat, Hyung.. Aku tidak menangis. Kami tidak menangis. Kami menepati janji kami, Hyung. Kami melepasmu dengan senyuman. Jadi, kau harus bahagia di sana. Kami akan selalu mendoakanmu, Hyung.”

Kyuhyun maju dan menggenggam tangan Leeteuk. “Hyung.. Maaf telah membuatmu repot selama ini. Sekarang saatnya kau istirahat. Tenanglah di sana, Hyung. Salammu sudah kami sampaikan pada semuanya. Mereka pasti akan datang untuk melihatmu juga. Kau orang baik. Banyak yang sayang padamu. Terima kasih untuk semua yang telah kau lakukan untuk kami selama ini. Aku tak akan pernah berhenti bersyukur karena memiliki Hyung seperti dirimu. Aku mencintaimu, Hyung..”

Pemakaman Leeteuk dihadiri oleh ratusan ribu orang dari seluruh penjuru dunia. Mereka ikut melepaskan kepergian leader terbaik itu. Mereka mengantarkan Leeteuk menuju tempat peristirahatan terakhirnya bukan dengan tangis, tetapi dengan senyum seperti yang dituliskan Leeteuk di surat terakhirnya.

Selamat jalan.. Park Jungsoo.. Kami menyayangimu..

__FIN__

 

6 thoughts on “A Walk To Remember

  1. Terharu bacanya,jadi keinget leeteuk oppa yang masih wamil😦
    Waktu baca bagian suratnya leeteuk itu aku kira jangan2 leeteuknya udah meninggal di dalam kamar,ternyata belum #soktahu
    Authornim,kenapa hankyung,kibum&youngwoonnya gak dikasih bagian?Padahal aku berharap,hehe,tapi ini ffnya udah bagus kok🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s