Laporan Ilmu Tanah

Praktikum I

  1. Shift : Genap
  2. Materi : Pengamatan morfologi pada lahan hutan
  3. Bahan dan Alat :
  • Air
  • Cangkul
  • Meteran
  • Pisau
  • Buku warna tanah
  1. Prosedur Kerja :
    1. Siapkan lubang profil
    2. Dengan menggunakan alat survei lalu dilakukan pengamatan terhadap horizon/lapisan tanah dengan menggunakan pisau lapang
    3. Melakukan pengukuran kedalaman masing-masing lapisan tanah dengan menggunakan meteran
    4. Pengamatan warna tanah menurut masing-masing lapisan denagn menggunakan buku warna tanah
    5. Pengamatan tekstur tanah dengan jalan mengambil bongkahan kecil tanah lalu dilakukan pemiritan dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk dengan bantuan air
    6. Pengamatan struktur tanah dengan jalan mengambil bongkahan tanah yang besar lalu dipisahkan masing-masing agregat denagn jalan memecahkan dengan lunak struktur bongkahan tanah tersebut
    7. Untuk konsistensi,dengan mengambil bongkahan tanah besar lalu dihancurkan dengan tangan kemudian dibentuk pita/gulungan setelah tanah dihancurkan sambil merasakan kekerasan dari bongkahan tanah tersebut.
  1. Hasil dan Pembahasan
    1. Hasil

Lapisan Tanah

Kedalaman

Warna

Tekstur

Struktur

Konsistensi

I

0 – 3 cm

Dark Brown

Berpasir

Bulir

Lepas

II

3 – 12 cm

Strong Brown

Pasir Berlempung

Gumpal

Sangat Gembur

III

13 – 39 cm

Brown

Lempung Berpasir

Gumpal

Gembur

IV

39 – 60 cm

Redis Yellow

Liat

Tiang

Teguh

V

60 – 93 cm

Red Yellow

Lempung

Keping

Teguh

  1. Pembahasan

Tanah adalah material yang tidak padat yang terletak di permukaan bumi, sebagai media untuk menumbuhkan tanaman (SSSA, Glossary of Soil Science Term). Tanah sebagai tubuh alam mempunyai berbagai macam fungsi utama, diantaranya pertama sebagai media tumbuhan tanaman yang menyediakan hara dan air. Berdasarkan data Lapisan I memiliki kedalaman lapisan sekitar 3 cm, sedangkan lapisan II memiliki kedalaman 12 cm. Adapun lapisan III memiliki kedalaman lapisan sekitar 39 cm lapisan IV memiliki kedalaman  60 cm dan lapisan V memiliki kedalaman 93 cm.

Tanah itu pada berbagai tempat tebalnya tidak sama, tergantung dari letak tanah itu sendiri. Tanah yang baik untuk pertanian adalah tanah yang terletak didaerah lembah, sedang dilereng-lereng akan tampak lapisan bahan induk tanah  atau lapisan batuan induk. Pada lapisan-lapisan tersebut terdapat batasan lapisan yang menunjukkan perbedaan antarlapisan. Dalam pengamatan di lapangan, diperoleh bahwa batasan antar lapisan nyata,jelas,dan baur.Secara umum, lapisan atas lebih gelap dibandingkan dengan lapisan yang ada di bawahnya. Sesuai dengan pengamatan di lapangan lapisan I berwarna dark brown, lapisan II berwarna strong brown , lapisan III berwarna brown, lapisan IV berwarna redish yellow dan  lapisan V berwarna red yellow. Adanya perbedaan warna ini merupakan petunjuk untuk beberapa sifat tanah karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat dalam tanah tersebut.

Berdasarkan uji feeling di lapangan, tekstur lapisan tanah I, lapisan tanah II, lapisan tanah III, lapisan tanah  IV, dan lapisan tanah  V berturut-turut adalah berpasir, pasir berlempung, lempung berpasir, liat dan lempung. Konsistensi tanah pada setiap lapisan juga menunjukkkan perbedaan. Konsistensi tanah pada sampel ini adalah  lepas, gembur, dan teguh oleh kandungan air pada setiap lapisan tanah. Struktur tanah merupakan gumpalan kecil dari butir-butir tanah. Dalam praktek di lapangan, diperoleh struktur tanah tiap lapisan agak berbeda. Pada lapisan I struktur tanahnya bulir, lapisan II struktur tanahnya gumpal dan lapisan III struktur tanahnya gumpal, lapisan IV struktur tanahnya  tiang, sedangkan lapisan V struktur tanahnya keping.

  1. Kesimpulan

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap profil tanah dalam praktek lapang, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu:

  1. Terdapat beberapa lapisan tanah pada profil tanah pertanian areal Kampus Pertanian Universitas  Jambi . Dalam pengamatan terlihat 5 lapisan tanah.
  2. Kedalaman setiap lapisan tanah berbeda-beda.
  3. Topografi batas lapisan berombak dan rata.
  4. Warna tanah semakin ke bawah semakin gelap karena perbedaaan kandungan bahan organik.
  5. Tekstur tanah pada setiap lapisan berbeda. Lapisan I berpasir, lapisan II pasir berlempung, lapisan III lempung berpasir, lapisan IV liat , sedangkan lapisan V lempung.
  6. Struktur tanah dari lapisan I, lapisan II, dan lapisan III,lapisan IV, dan lapisan V secara berturut-turut adalah berbentuk bulir,gumpal,gumpal,tiang,dan keping .

Praktikum II

  1. Shift : Genap
  2. Materi : Pengamatan Morfologi Tanah pada Lahan Pertanian
  3. Bahan dan Alat :
  • Air
  • Cangkul
  • Meteran
  • Pisau
  • Buku warna tanah
  1. Prosedur Kerja :
    1. Siapkan lubang profil
    2. Dengan menggunakan alat survei lalu dilakukan pengamatan terhadap horizon /lapisan tanah dengan menggunakan pisau lapang
    3. Melakukan pengukuran kedalaman masing-masing lapisan tanah dengan menggunakan meteran
    4. Pengamatan warna tanah menurut masing-masing lapisan denagn menggunakan buku warna tanah
    5. Pengamatan tekstur tanah dengan jalan mengambil bongkahan kecil tanah lalu dilakukan pemiritan dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk dengan bantuan air
    6. Pengamatan struktur tanah dengan jalan mengambil bongkahan tanah yang besar lalu dipisahkan masing-masing agregat dengan jalan memecahkan dengan lunak struktur bongkahan tanah tersebut
    7. Untuk konsistensi,dengan mengambil bongkahan tanah besar lalu dihancurkan dengan tangan kemudian dibentuk pita/gulungan setelah tanah dihancurkan sambil merasakan kekerasan dari bongkahan tanah tersebut.
  1. Hasil dan Pembahasan
    1. Hasil

Lapisan Tanah

Kedalaman

Warna

Tekstur

Struktur

Konsistensi

I

0  –  21 cm

Dark brown

Berpasir

Gumpal

Kering

II

21 – 41 cm

Yellowish brown

Liat berpasir kasar

Tiang

Lembab gembur

III

41 – 55 cm

Yellowish brown

Liat berpasir halus

Keping

Lembab gembur

IV

55 – 77 cm

Strong brown

Liat

Tiang

Lembab teguh

V

77 – 103 cm

Redis brown

Lempung

Keping

Sangat teguh

  1. Pembahasan

Dari hasil pengamatan diketahui bahwa lapisan pada profil tanah pertanian terdiri dari 5 lapisan. Lapisan-lapisan tersebut terdapat perbedaan baik segi fisik, kimia, dan biologi. Berdasarkan hasil diketahui  yaitu lapisan I     0 – 21 , lapisan II 21 – 41, lapisan III 41 – 55, lapisan IV 55 – 77, lapisan V  77 – 103. Untuk menentukan warna tanah digunakan buku Munsell Soil Colour Chart, yang terdiri dari kartu yang berbeda warna spektrum. Cara menentukan warna tanah adalah dengan membandingkan warna sampel dengan warna pembanding dalam kartu. Umumnya bahan organik memberikan warna kelam, semakin stabil bahan organik maka warnanya kan semakin tua. Warna kuning sebagian besar disebabkan oleh adanya oksida besi. Tanah warna coklat berarti banyak dalam mengandung oksida besi yang tercampur bahan organik. Warna kelabu disebabkan oleh kuarsa, kaolin, dan mineral lempung, karbonat Ca dan Mg, gibs serta macam garam serta senyawa ferro. Tanah yang kelabu menandakan  gejala gleisasi dimana Fe terbentuk ferro. Tanah yang drainasenya buruk hampir selalu terdapat bercak-bercak kelabu, coklat, merah dan kuning, warna putih terjadi karena pengaruh bahan induk. Hampir setiap horison menunjukkan warna yang berbeda, warna reduksi dan bercak menunjukkan adanya bahwa drainase yang terjadi buruk. Batas suatu horizon dalam suatu profil tanah dapat dilihat dengan nyata/jelas atau baur, pada lapisan setipa lapisan.  Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan kedalaman tanah pada tiap lapisan dalam proses pencucian dimana pada saat hujan, air tersebut akan mengalir turun kelapisan bawah bersama dengan mineral tanah dengan kecepatan yang tinggi sehingga menyebabkan adanya perbedaan horizon, ada yang baur dan ada yang nyata.Bentuk topografi batas lapisan pada masing-masing lapisan tanah ada yang berombak adapun yang rata, hal ini disebabkan karena pada saat pelapukan terjadi suatu pelapukan, apakah itu pelapukan secara fisik ataupun secara biologi, terjadi dalam waktu yang relative sama. Hal ini sesuai dengan pendapat Hakim, dkk (1986) bahwa bentuk topografi dari suatu tanah dipengaruhi oleh waktu pelapukan baik secara fisik, kimia, maupun biologi.Tekstur tanah pada setiap lapisan berbeda, hal ini tergantung pada drainasenya karena apabila drainasenya baik maka akan terjadi proses pencucian yang baik pula, sedangkan pada apabila drainasenya buruk maka proses pencuciannya tidak berjalan dengan baik. Struktur tanah merupakan susunan  ikat an partikel  tanah  satu  sama  lain.

Ikatan  tanah  berbentuk  sebagai  agregat  tanah.  Apabila  syarat  agregat  tanah terpenuhi maka dengan sendirinya tanpa sebab dari luar  disebut  ped, sedangkan ikatan  yang  merupakan  gumpalan  tanah  yang  sudah   terbentuk akibat penggarapan tanah disebut clod. Struktur pada tiap lapisan adalah gumpal,tiang,dan keping. Pairunan dkk (1985) mengatakan bahwa struktur glanular adalah struktur tanah yang sangat ideal untuk pertanian lahan kering karena struktur ini diperoleh dengan keadaan aerasi baik, kemampuan menyimpan air yang tersedia bagi tanaman yang besar, kegemburan tanah memudahkan pengolahan dan pertumbuhan akar yang optimum, serta drainase yang baik. Tanah mempunyai hubungan yang sangat erat dengan tekstur tanah, tanah    pasir biasanya tak lekat, tak liat serta tak lepas. Akan tetapi tanah lempung berat  berkonsistensi sangat lekat, sangat liat, sangat teguh dan keras. Analisis konsistensi dapat dilakukan dengan meletakkan tanah diatas ibu jari dan telunjuk  dalam genggaman tangan tergantung dari kelengasan tanah. Khusus tanah yang  dalam keadaan basah ini dapat diamati dengan kelekatan dan kekenyalan berbeda dengan tanah kering ( Darmawijaya, 1990 ).

Konsistensi tanah menunjukkan daya kohesi dan adhesi butir-butir tanah. Konsistensi  tanah pada lapisan I  kering,lapisan II  lembab gembur,lapisan III lembab gembur,lapisan IV lembab teguh,lapisan V sangat teguh. Hal ini disebabkan karena tanah kaya akan fraksi liat, plastida dan juga kandungan liat lainnya yang cukup besar.Buckman dan Brady (1982) mengatakan bahwa daya lekat tanah bertambah besar dengan besarnya kandungan liat.

 

  1. Kesimpulan

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap profil tanah dalam praktek lapang, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu:

  1. Terdapat beberapa lapisan tanah pada profil tanah pertanian areal Kampus Pertanian Universitas Jambi . Dalam pengamatan terlihat 5 lapisan tanah.
  2. Kedalaman setiap lapisan tanah berbeda-beda
  3. Topografi batas lapisan berombak dan rata
  4. Warna tanah semakin ke bawah semakin gelap karena perbedaaan kandungan bahan organik.
  5. Tekstur tanah pada setiap lapisan berbeda. Lapisan I berpasir,lapisan II liat berpasir, lapisan III liat berpasir, lapisan IV liat, sedangkan lapisan V lempung.
  6. Struktur tanah dari lapisan I, lapisan II, dan lapisan III,lapisan IV, dan lapisan V secara berturut-turut adalah berbentuk gumpal,tiang,keeping,tiang,dan keping.
  7. Lapisan I memiliki tingkat kandungan air yang lebih sedikit dibandingkan dengan lapisan II,III ,IV , dan V sehingga konsistensi pada lapisan I adalah kering, sedangkan konsistensi lapisan II lembab gembur,lapisan III lembab gembur,lapisan IV lembab teguh dan konsistensi lapisan teguh.

Praktikum III

  1. Shift : Genap
  2. Materi : Penetapan Kadar Air Tanah Pertanian
  3. Bahan dan Alat :
  • Tabung silinder (Ring sample)
  • Alat Tulis
  • Timbangan
  • Oven
  1. Prosedur Kerja :
    1. Ambil tanah utuh dengan menggunakan tabung silinder(ring sampel) dengan jalan membenamkan ring sample kedalam tanah dari permukaan kemudian ring sample yang berisi tanah diangkat dari dalam tanah lalu dilakukan pemotongan pada kedua sisi permukaan tabung silinder.
    2. Timbang berat tanah beserta ring nya yang diistilahkan dengan Berat Tanah Basah beserta Ring (BTB).
    3. Catat berat Tanah Basah beserta ringnya.
    4. Masukkan tabung silinder yang berisi tanah tersebut ke dalam oven,lalu panaskan dengan suhu 105oC selama 2 x 24 jam.
    5. Angkat tabung silinder dari oven lalu timbang berat tanah beserta berat kering yang diistilahkan dengan Berat Tanah Kering (BTK).
    6. Bersihkan ring dari tanah,ring yang sudah bersih dikeringkan sejenakdi dalam oven lalu ditimbang berat ring tersebut,kemudian kurangi BTB dengan BTK dan dikuragi Berat Tanah Kering dengan Berat Ring lalu hitung kadar air tanah % berat dengan menggunakan rumus :

%KA =       X 100 %

  1. Hasil dan Pembahasan
    1. Hasil

No.

Berat Tanah Kering (BTK) Berat Tanah Basah (BTB) Berat Ring Plat (alas)
1 178,8 gr 213,9 gr 41,2 gr 13,1 gr
  1. Pembahasan

Diketahui  BTK   = 178,8 gr

BTB   = 213,9 gr

Ring   = 41,2 gr

Plat     =  13,1 gr

Ditanya Kadar Air (% KA)………?

Jawab    % KA   =         X 100 %

=        X 100 %

= 19,63 %

Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa persentase kadar air tanah pertanian adalah 19,63 %. Besarnya nilai kadar air tanah berbanding positif dengan besarnya nilai berat tanah basah dan berbanding terbalik ( negative ) dengan besarnya nilai tanah kering .

Air mempunyai fungsi yang penting dalam tanah. Antara lain pada proses pelapukan mineral dan bahan organik tanah, yaitu reaksi yang mempersiapkan hara larut bagi pertumbuhan tanaman. Selain itu, air juga berfungsi sebagai media gerak hara ke akar-akar tanaman. Akan tetapi, jika air terlalu banyak tersedia, hara-hara dapat tercuci dari daerah-daerah perakaran atau bila evaporasi tinggi, garam-garam terlarut mungkin terangkat kelapisan tanah atas. Air yang berlebihan juga membatasi pergerakan udara dalam tanah, merintangi akar tanaman memperoleh O2 sehingga dapat mengakibatkan tanaman mati.

Kandungan air tanah dapat ditentukan dengan beberapa cara. Sering dipakai istilah-istilah nisbih, seperti basah dan kering. Kedua-duanya adalah kisaran yang tidak pasti tentang kadar air sehingga istilah jenuh dan tidak jenuh dapat diartikan yang penuh terisi dan yang menunjukkan setiap kandungan air dimana pori-pori belum terisi penuh. Jadi yang dimaksud dengan kadar air tanah adalah jumlah air yang bila dipanaskan dengan oven yang bersuhu 105oC hingga diperoleh berat tanah kering yang tetap.

Dua fungsi yang saling berkaitan dalam penyediaan air bagi tanaman yaitu memperoleh air dalam tanah dan pengaliran air yang disimpan ke akar-akar tanaman. Jumlah air yang diperoleh tanah sebagian bergantung pada kemampuan tanah yangmenyerap air cepat dan meneruskan air yang diterima dipermukaan tanah ke bawah. Akan tetapi jumlah ini juga dipengaruhi oleh faktor-faktor luar seperti jumlah curah hujan tahunan dan sebaran hujan sepanjang tahun.

  1. Kesimpulan

Berdasarkan pelaksanaan praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa :

  1. Persentase kadar air tanah pertanian lebih besar dibandingkan persentase kadar air  tanah hutan
  2. Besarnya nilai kadar air tanah berbanding positif dengan besarnya nilai berat tanah basah dan berbanding terbalik ( negative ) dengan besarnya nilai tanah kering.

Praktikum IV

  1. Shift : Genap
  2. Materi : Penetapan Kadar Air Tanah
  3. Bahan dan Alat :
  • Tabung silinder (Ring sample)
  • Alat Tulis
  • Timbangan
  • Oven
  1. Prosedur Kerja :
    1. Ambil tanah utuh dengan menggunakan tabung silinder(ring sample)dengan jalan membenamkan ring sample kedalam tanah dari permukaan kemudian ring sample yang berisi tanah diangkat dari dalam tanah lalu dilakukan pemotongan pada kedua sisi permukaan tabung silinder.
    2. Timbang berat tanah beserta ring nya yang diistilahkan dengan Berat Tanah Basah beserta Ring (BTB).
    3. Catat berat Tanah Basah beserta ringnya.
    4. Masukkan tabung silinder yang berisi tanah tersebut ke dalam oven,lalu panaskan dengan suhu 105oC selama 2 x 24 jam.
    5. Angkat tabung silinder dari oven lalu timbang berat tanah beserta berat kering yang diistilahkan dengan Berat Tanah Kering (BTK).
    6. Bersihkan ring dari tanah,ring yang sudah bersih dikeringkan sejenakdi dalam oven lalu ditimbang berat ring tersebut,kemudian kurangi BTB denagn BTK dan dikuragi Berat Tnah Kering dengan Berat Ring lalu hitung kadar air tanah % berat dengan menggunakan rumus :

%  KA  =       X 100 %

  1. Hasil dan Pembahasan
    1. Hasil
No Berat Tanah Kering (BTK) Berat Tanah Basah (BTB) Berat Ring Plat (alas)
1 155,3 gr 182,4 gr 44,5 gr 14,5 gr
  1. Pembahasan

Diketahui  BTK   = 155,3 gr

BTB   = 182,4 gr

Ring   = 44,5 gr

Plat     = 14,5 gr

Jawab    % KA   =         X 100 %

=        X 100 %

= 17,45 %

Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa persentase kadar air tanah hutan adalah 17,45 % yang berarti lebih kecil dibandingkan kadar air tanah hutan 19,63 % . Besarnya nilai kadar air tanah berbanding positif dengan besarnya nilai berat tanah basah dan berbanding terbalik  (negative ) dengan besarnya nilai tanah kering . Air terdapat di dalam tanah ditahan (diserap) oleh massa tanah, tertahan oleh lapisan kedap air, atau karena keadaan drainase yang kurang baik. Kadar air selalu berubah sebagai respon terhadap faktor-faktor lingkungan dan gaya gravitasi. Karena itu contoh tanah dengan kadar air harus disaring, diukur, dan biasanya satu kali contoh tanah akan dianalisis untuk penerapan suatu sifat.

Jumlah air yang ditahan oleh tanah dapat dinyatakan atas dasar berat dan isi. Dasar penentuannya adalah pengukuran kehilangan berat dari suatu contoh tanah yang lebih lembab setelah dikeringkan pada suhu 105oC selama 24 jam. Kehilangan berat sama dengan berat air yang terdapat dalam contoh tanah. Kadar air (0) dihitung secara gravimetrik dengan satuan g / g, yaitu berat air yang terdapat di dalam suatu massa tanah kering (0 = tanah lembab-berat kering oven).

Kadar air dalam tanah dapat dinyatakan dalam persen volume yaitu persen volume air terhadap volume tanah. Cara ini mempunyai keuntungan karena dapat memberikan gambaran tentang ketersediaan air pada pertumbuhan pada volume tanah tertentu. Cara penetapan kadar air tanah dapat digolongkan dengan beberapa cara penetapan kadar air tanah dengan gravimetrik, tegangan atau hisapan, hambatan listrik dan pembauran neutron.

Faktor tumbuhan dan iklim mempunyai pengaruh yang berarti pada jumlah air yang dapat diabsorpsi dengan efisien tumbuhan dalam tanah. Kelakukan akan ketahanan pada kekeringan, keadaan dan tingkat pertumbuhan adalah faktor tumbuhan yang berarti. Temperatur dan perubahan udara merupakan perubahan iklim dan berpengaruh pada efisiensi penggunaan air tanah dan penentuan air yang dapat hilang melalui saluran evaporasi permukaan tanah. Diantara sifat khas tanah yang berpengaruh pada air tanah yang tersedia adalah hubungan tegangan dan kelembaban, kadar garam, kedalaman tanah, strata dan lapisan tanah. Banyaknya kandungan air tanah berhubungan erat dengan besarnya tegangan air (moisture tension) dalam tanah tersebut. Kemampuan tanah dapat menahan air antara lain dipengaruhi oleh tekstur tanah. Tanah-tanah yang bertekstur kasar mempunyai daya menahan air yang lebih kecil dari pada tanah yang bertekstur halus. Pasir umumnya lebih mudah kering dari pada tanah-tanah bertekstur berlempung atau liat.

  1. Kesimpulan

Berdasarkan pelaksanaan praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa :

  1. Persentase kadar air tanah pertanian lebih besar dibandingkan persentase kadar air  tanah hutan
  2. Besarnya nilai kadar air tanah berbanding positif dengan besarnya nilai berat tanah basah dan berbanding terbalik ( negative ) dengan besarnya nilai tanah kering.

Praktikum V

  1. Shift : Genap
  2. Materi : Penetapan Berat Volume Tanah Hutan
  3. Bahan dan Alat :
  • Tabung silinder / Ring sample
  • Alat Tulis
  • Timbangan
  • Oven
  1. Prosedur Kerja :
    1. Ambil tanah utuh dengan menggunakan tabung silinder(ring sample)dengan jalan membenamkan ring sample kedalam tanah dari permukaan kemudian ring sample yang berisi tanah diangkat dari dalam tanah lalu dilakukan pemotongan pada kedua sisi permukaan tabung silinder.
    2. Timbang berat tanah beserta ring nya yang diistilahkan dengan Berat Tanah Basah beserta Ring (BTB).
    3. Catat berat Tanah Basah beserta ringnya.
    4. Masukkan tabung silinder yang berisi tanah tersebut ke dalam oven,lalu panaskan dengan suhu 105oC selama 2 x 24 jam.
    5. Angkat tabung silinder dari oven lalu timbang berat tanah beserta berat kering yang diistilahkan dengan Berat Tanah Kering (BTK).
    6. Bersihkan ring dari tanah,ring yang sudah bersih dikeringkan sejenakdi dalam oven lalu ditimbang berat ring tersebut,kemudian kurangi BTB dengan BTK dan dikurangi Berat Tanah Kering dengan Berat Ring lalu hitung kadar air tanah % berat dengan menggunakan rumus :

%  KA  =       X 100 %

  1. Mengunakan rumus mengukur tinggi ring dan diameter ring
  2. Hitung berat volume ring
  3. Hitung berat volume tanah dengan menggunakan rumus :

BV  =      =

  1. Hasil dan Pembahasan
    1. Hasil
NO Berat Tanah Kering

(BTK)

Berat Tanah Basah

(BTB)

Berat Ring Plat (alas) t d d/2

(π)

1 182,4 gr 155,3 gr 44,5 gr 14,5 gr 5,1 cm 5,15 cm 2,57 cm
  1. Pembahasan

Diketahui  BTK   = 182,4 gr                t     = 5,1 cm

BTB   = 155,3 gr            d    = 5,15 cm

Ring   = 44,5 gr           π    = 2,57 cm

Plat     = 14,5 gr

Ditanya Berat Volume (BV)……?

Jawab    BV  =      =

=      =

=  1,71 gr/cm3

Berdasarkan data hasil praktikum berat volume(bulkdensity) tanah hutan yakni 1,71 gr/cm3. Hal ini berarti bahwa kandungan bahan organik pada tanah hutan lebih sedikit dibandingkan tanah pertanian karena bahan organik yang mempunyai kerapatan jenis yang lebih rendah.Kandungan bahan organik tanah hutan lebih sedikit dibandingkan tanah pertanian dikarenakan pengelolaan tanah hutan yang tidak seintensif tanah pertanian. Berat volume (Bulkdensity) tanah dipengaruhi oleh pengolahan tanah,bahan organik, pemadatan, tekstur tanah,struktur tanah,dan kandungan air. Berat Volume (BV) adalah berat bagian padat atau sehari-hari disebut dengan berat tanah kering dibagi dengan volume total, termasuk volume butir-butir padat dan volume ruang  pori. Bulk menyatakan tingkat kepadatan tanah yaitu berat kering suatu volume tanah dalam keadaan utuh yang biasanya dinyatakan dengan g/cm3. Perkembangan struktur yang paling besar pada tanah-tanah permukaan dengan tekstur halus menyebabkan kerapatan massanya lebih rendah dibandingkan tanah berpasir.

  1. Kesimpulan

Berdasarkan pelaksanaan praktikum maka dapat disimpulkan bahwa :

  1. Berat volume (Bulkdensity) tanah hutan lebih besar dibandingkan berta volume (Bulkdensity) tanah pertanian karena kandungan bahan organic tanah hutan yang lebih sedikit dibandingkan tanah pertanian.
  2. Berat volume (Bulkdensity) tanah dipengaruhi oleh pengolahan tanah,bahan organik, pemadatan, tekstur tanah,struktur tanah,dan kandungan air.

Praktikum VI

  1. Shift : Genap
  2. Materi : Penetapan Berat Volume Tanah Pertanian (Bulkdensity)
  3. Bahan dan Alat :
  • Tabung silinder (Ring sample)
  • Alat Tulis
  • Timbangan
  • Oven
  1. Prosedur Kerja :
    1. Ambil tanah utuh dengan menggunakan tabung silinder(ring sample)dengan jalan membenamkan ring sample kedalam tanah dari permukaan kemudian ring sample yang berisi tanah diangkat dari dalam tanah lalu dilakukan pemotongan pada kedua sisi permukaan tabung silinder.
    2. Timbang berat tanah beserta ring nya yang diistilahkan dengan Berat Tanah Basah beserta Ring (BTB).
    3. Catat berat Tanah Basah beserta ringnya.
    4. Masukkan tabung silinder yang berisi tanah tersebut ke dalam oven,lalu panaskan dengan suhu 105oC selama 2 x 24 jam.
    5. Angkat tabung silinder dari oven lalu timbang berat tanah beserta berat kering yang diistilahkan dengan Berat Tanah Kering (BTK).
    6. Bersihkan ring dari tanah,ring yang sudah bersih dikeringkan sejenakdi dalam oven lalu ditimbang berat ring tersebut,kemudian kurangi BTB denagn BTK dan dikurangi Berat Tanah Kering dengan Berat Ring lalu hitung kadar air tanah % berat dengan menggunakan rumus :

%  KA  =       X 100 %

  1. Mengunakan rumus mengukur tinggi ring dan diameter ring
  2. Hitung berat volume ring
  3. Hitung berat volume tanah dengan menggunakan rumus :

BV  =      =

  1. Hasil dan Pembahasan
    1. Hasil
NO Berat Tanah Kering

(BTK)

Berat Tanah Basah

(BTB)

Berat Ring Plat (alas) t d d/2

(π)

1 178,8 gr 213,9 gr 41,2 gr 13,1 gr 5,1 cm 5,09 cm 2,54 cm
  1. Pembahasan

Diketahui  BTK   = 178,8 gr              t    = 5,1 cm

BTB   = 213,9 gr             d    = 5,09 cm

Ring   = 41,2 gr              π    = 2,54 cm

Plat     = 13,1 gr

Ditanya Berat Volume (BV)……?

Jawab    BV  =      =

=      =

=  1,72 gr/cm3

Berat Volume (BV) adalah berat bagian padat atau sehari-hari disebut dengan berat tanah kering dibagi dengan volume total, termasuk volume butir-butir padat dan volume ruang  pori. Bulk menyatakan tingkat kepadatan tanah yaitu berat kering suatu volume tanah dalam keadaan utuh yang biasanya dinyatakan dengan g/cm3. Perkembangan struktur yang paling besar pada tanah-tanah permukaan dengan tekstur halus menyebabkan kerapatan massanya lebih rendah dibandingkan tanah berpasir.Berdasarkan data hasil praktikum berat volume(bulkdensity) tanah pertanian yakni 1,72 gr/cm3. Hal ini berarti bahwa kandungan bahan oranik pada tanah pertanian lebih banyak dibandingkan tanah hutan karena bahan organik yang mempunyai kerapatan jenis yang lebih rendah. Jumlah kandungan bahan organik tanah dipengaruhi oleh pengelolaan tanah yang dalam hal ini tanah pertanian dikelola secara intensif dengan cara pemupukan. Berat volume (Bulkdensity) tanah dipengaruhi oleh pengolahan tanah,bahan organik, pemadatan, tekstur tanah,struktur tanah,dan kandungan air.

Pemberian bahan organik pada tanah dapat menurunkan Bulk Density tanah, hal ini disebabkan oleh bahan organik yang di tambahkan mempunyai kerapatan jenis yang lebih rendah. Kemantapan agregat yang semakin tinggi dapat menurunkan bulk density tanah maka persentase ruang pori – pori semakin kasar dan kapasitas mengikat air semakin tinggi . Kepadatan tanah erat hubungannya dengan penetrasi akar dan produksi tanaman. Jika terjadi pemadatan tanah maka air dan udara sulit disimpan dan ketersediaannya terbatas dalam tanah menyebabkan terhambatnya pernapasan akar dan penyerapan air dan memiliki unsur hara yang rendah karena memiliki aktivitas mikroorganisme yang rendah.

  1. Kesimpulan

Berdasarkan pelaksanaan praktikum maka dapat disimpulkan bahwa :

  1. Berat volume (Bulkdensity) tanah hutan lebih besar dibandingkan berta volume (Bulkdensity) tanah pertanian karena kandungan bahan organic tanah hutan yang lebih sedikit dibandingkan tanah pertanian.
  2. Berat volume (Bulkdensity) tanah dipengaruhi oleh pengolahan tanah,bahan organik, pemadatan, tekstur tanah,struktur tanah,dan kandungan air.

Praktikum VII

  1. Shift : Genap
  2. Materi : Penetapan Total Ruang Pori Tanah Hutan(TRP)
  3. Bahan dan Alat :
  • Tabung silinder (Ring sample)
  • Alat Tulis
  • Timbangan
  • Oven
  1. Prosedur Kerja :
  2. Ambil tanah utuh dengan menggunakan tabung silinder(ring sample)dengan jalan membenamkan ring sample kedalam tanah dari permukaan kemudian ring sample yang berisi tanah diangkat dari dalam tanah lalu dilakukan pemotongan pada kedua sisi permukaan tabung silinder.
  3. Timbang berat tanah beserta ring nya yang diistilahkan dengan Berat Tanah Basah beserta Ring (BTB).
  4. Catat berat Tanah Basah beserta ringnya.
  5. Masukkan tabung silinder yang berisi tanah tersebut ke dalam oven,lalu panaskan dengan suhu 105oC selama 2 x 24 jam.
  6. Angkat tabung silinder dari oven lalu timbang berat tanah beserta berat kering yang diistilahkan dengan Berat Tanah Kering (BTK).
  7. Bersihkan ring dari tanah,ring yang sudah bersih dikeringkan sejenak di dalam oven lalu ditimbang berat ring tersebut,kemudian kurangi BTB dengan BTK dan dikurangi Berat Tanah Kering dengan Berat Ring lalu hitung kadar air tanah % berat dengan menggunakan rumus :

%  KA  =       X 100 %

  1. Mengunakan rumus mengukur tinggi ring dan diameter ring
  2. Hitung berat volume ring
  3. Hitung berat volume tanah dengan menggunakan rumus :

BV  =      =

10. Hitung TRP dengan menggunakan rumus :

TRP     =  1  –

Secara umum ρp = 2,65

Namun apabila terdapat banyak kandungan bahan organik,maka

ρp      =   2,65   –   0,01   x  %  bahan organik

  1. Hasil dan Pembahasan
  2. Hasil
Berat Tanah Kering

(BTK)

Berat Tanah Basah

(BTB)

Berat Ring t d d/2

(π)

BV ρp
182,4 gr 155,3 gr 44,5 gr 5,1 cm 5,15 cm 2,57 cm 1,71 gr/cm3 2,65
  1. Pembahasan

Diketahui  BTK   = 182,4 gr                 t    = 5,1 cm

BTB    = 155,3 gr                d    = 5,15 cm

Ring    = 44,5 gr               π    = 2,57 cm

BV      =  1,71 gr/cm3

Ditanya Total Ruang Pori (TRP)……?

Jawab TRP     =  1  –

=  1  –

=  1 –  0,65  = 0,35

Kerapatan limbak adalah bobot kering, suatu isi tanah dalam keadaan utuh yang dinyatakan dalam g/cm3. Isi tanah terdiri dari bahan padatan dan isi ruangan diantaranya. Bagian isi tanah yang tidak berisi oleh bahan padat, baik bahan mineral maupun bahan organik disebut ruang pori tanah.

Ruang pori tanah adalah isi seluruh pori-pori dalam suatu isi tanah yang utuh yang dinyatakan dalam persen, yang terdiri atas ruang diantara zarah pasir (sand), debu (silt), liat (clay) serta ruang diantara agregat-agregat tanah.Besarnya nilai total ruang pori tanah bergantung dengan besar atau kecilnya berat volume.Semakin tinggi nilai berat volume tanah hutan maka makin kecil nilai total ruang pori tanah hutan tersebut dan begitu pula sebaliknya.

  1. Kesimpulan

Berdasarkan pelaksanaan praktikum maka dapat disimpulkan bahwa :

  1. Ruang pori tanah adalah isi seluruh pori-pori dalam suatu isi tanah yang utuh yang dinyatakan dalam persen, yang terdiri atas ruang diantara zarah pasir (sand), debu (silt), liat (clay) serta ruang diantara agregat- agregat tanah.
  2. Total ruang pori dipengaruhi oleh : kandungan bahan organik, struktur tanah, dan tekstur tanah. Porositas tinggi, apabila bahan organik nya tinggi.
  3. Tanah bertekstur halus akan mempunyai persentase pori total lebih tinggi dari pada bertekstur kasar, walaupun ukuran pori dari tanah bertekstur halus kebanyakan sangat kecil dan porositas sama sekali tidak menunjukkan distribusi ukuran pori dalam tanah yang merupakan suatu sifat yang penting

Praktikum VIII

  1. Shift : Genap
  2. Materi : Penetapan Total Ruang Pori Tanah Hutan(TRP)
  3. Bahan dan Alat :
  • Tabung silinder (Ring sample)
  • Alat Tulis
  • Timbangan
  • Oven
  1. Prosedur Kerja :
    1. Ambil tanah utuh dengan menggunakan tabung silinder(ring sample)dengan jalan membenamkan ring sample kedalam tanah dari permukaan kemudian ring sample yang berisi tanah diangkat dari dalam tanah lalu dilakukan pemotongan pada kedua sisi permukaan tabung silinder.
    2. Timbang berat tanah beserta ring nya yang diistilahkan dengan Berat Tanah Basah beserta Ring (BTB).
    3. Catat berat Tanah Basah beserta ringnya.
    4. Masukkan tabung silinder yang berisi tanah tersebut ke dalam oven,lalu panaskan dengan suhu 105oC selama 2 x 24 jam.
    5. Angkat tabung silinder dari oven lalu timbang berat tanah beserta berat kering yang diistilahkan dengan Berat Tanah Kering (BTK).
    6. Bersihkan ring dari tanah,ring yang sudah bersih dikeringkan sejenakdi dalam oven lalu ditimbang berat ring tersebut,kemudian kurangi BTB denagn BTK dan dikurangi Berat Tanah Kering dengan Berat Ring lalu hitung kadar air tanah % berat dengan menggunakan rumus :

%  KA  =       X 100 %

  1. Mengunakan rumus mengukur ttinggi ring dan diameter ring
  2. Hitung berat volume ring
  3. Hitung berat volume tanah dengan menggunakan rumus :

BV  =      =

  1. Hitung TRP dengan menggunakan rumus :

TRP     =  1  –

Secara umum ρp = 2,65

Namun apabila terdapat banyak kandungan bahan organik,maka

ρp      =     2,65    –   0,01   x   %    bahan organik

  1. Hasil dan Pembahasan
    1. Hasil
Berat Tanah Kering

(BTK)

Berat Tanah Basah

(BTB)

Berat Ring t d d/2

(π)

BV ρp
178,8 gr 213,9 gr 41,2 gr 5,1 cm 5,09 cm 2,54 cm 1,72 gr/cm3 2,65
  1. Pembahasan

Diketahui  BTK   = 178,8 gr              t    = 5,1 cm

BTB    = 213,9 gr            d    = 5,09 cm

Ring    = 41,2 gr            π    = 2,54 cm

BV      =  1,72 gr/cm3

Ditanya Total Ruang Pori (TRP)……?

Jawab TRP     =  1  –

=  1  –

=  1 –  0,64  = 0,35

Ruang pori tanah ialah bagian yang diduduki udara dan air. Jumlah ruang pori sebagian ditentukan oleh susunan butir-butir padat, apabila letak keduannya cenderung erat, seperti pada pasir atau subsoil yang padat, total porositasnya rendah.Sedangkan tersusun dalam agregat yang bergumpal seperti yang kerap kali terjadi pada tanah-tanah yang bertekstur sedang yang besar kandungan bahan organiknya, ruang pori persatuan volume akan tinggi . Tanah bertekstur halus akan mempunyai persentase pori total lebih tinggi dari pada bertekstur kasar, walaupun ukuran pori dari tanah bertekstur halus kebanyakan sangat kecil dan porositas sama sekali tidak menunjukkan distribusi ukuran pori dalam tanah yang merupakan suatu sifat yang penting. Besarnya nilai total ruang pori tanah bergantung dengan besar atau kecilnya berat volume.Semakin tinggi nilai berat volume tanah hutan maka makin kecil nilai total ruang pori tanah hutan tersebut dan begitu pula sebaliknya.

Porositas tanah erat hubungannya dengan bulk density serta permeabilitas. Apabila total ruang pori tinggi maka memiliki tekstur tanah yang halus yang dapat menyimpan air dan udara dalam tanah sehingga menyebabkan kerapatan massa (bulk density) yang rendah.

  1. Kesimpulan

Berdasarkan pelaksanaan praktikum maka dapat disimpulkan bahwa :

  1. Ruang pori tanah adalah isi seluruh pori-pori dalam suatu isi tanah yang utuh yang dinyatakan dalam persen, yang terdiri atas ruang diantara zarah pasir (sand), debu (silt), liat (clay) serta ruang diantara agregat- agregat tanah.
  2. Total ruang pori dipengaruhi oleh : kandungan bahan organik, struktur tanah, dan tekstur tanah. Porositas tinggi, apabila bahan organik nya tinggi.
  3. Tanah bertekstur halus akan mempunyai persentase pori total lebih tinggi dari pada bertekstur kasar, walaupun ukuran pori dari tanah bertekstur halus kebanyakan sangat kecil dan porositas sama sekali tidak menunjukkan distribusi ukuran pori dalam tanah yang merupakan suatu sifat yang penting

Praktikum IX

  1. Shift : Genap
  2. Materi : Penetapan pH Tanah Hutan
  3. Bahan dan Alat :
  • Air Suling
  • pH elektroda
  • Larutan KCl
  • Neraca Ohaus
  • Gelas Piala 50 ml
  1. Prosedur Kerja :
    1. Timbang tanah seberat 10 gr sebanyak 2 x
    2. 10 gr pertama masukkan ke dalam botol pertama dan 10 gr kedua masukkan ke dalam botol kedua
    3. Dengan perbandingan 1 : 2 berarti airnya 20 ml pada tabung pertama tambah 20 ml KCl
    4. Pada tabung kedua tambahkan air suling /aquades sebanyak 20ml,kemudian tutup mulut tabung
    5. Lalu kocok selama 30 menit dengan mesin pengocok
    6. Setelah dikocok diamkan selama 15 menit lalu ukur pH-nya dengan pH elektroda
  1. Hasil dan Pembahasan
    1. Hasil
NO Berat Awal (Wadah) Berat Tanah Berat Total

pH

H2O

KCl

1 20,1 gr 10 gr 30,1 gr

4,09

3,6

2 22,5 gr 10 gr 32,5 gr
  1. Pembahasan

Dari hasil pengamatan pH H2O diketahui bahwa pH tanah adalah 4,09 sedangkan pH KCl adalah 3,6. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa pH H2O lebih tinggi dari pH KCl. Pada praktikum ini pH tanah ditentukan dengan pH Elektoda. Dengan diperolehnya hasil tersebut maka kemungkinan tanah sampel adalah tanah ultisol yang cirri-cirinya adalah memiliki kejenuhan basa rendah , Kapasitas Tukar Kation kurang dari 24 me per 100 gram liat. Ultisol juga mempunyai kemasaman tanah, Kapasitas Tukar Kation rendah (kurang dari 24 me per 100 gram tanah), kandungan nitrogen rendah, kandungan fosfat dan kalium tanah rendah.Sejumlah proses tanah dipengaruhi oleh reaksi tanah laju dekomposisi mineral tanah dan bahan organik dipengaruhi oleh reaksi tanah. Pembentukan tanaman juga dipengaruhi oleh reaksi asam basa dalam tanah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh tidak langsung terhadap tanaman adalah pengaruh terhadap kelarutan dan ketersediaan hara tanaman. Pengaruh secara langsung ion H+ dilaporkan mempunyai pengaruh beracun terhadap tanaman jika terdapat dalam konsentrasi yang tinggi Pengujian pH tanah dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu dengan menggunakan kertas lakmus, dengan menggunakan kertas indikator universal dan dengan alat pH dilaboratorium dapat menggunakan pH meter Beckman H5. Ion H+ dalam tanah dapat berada dalam keadaan terjerap. Ion H+ yang terjerap menentukan kemasaman aktif atau aktual kemasaman potensial dan aktual secara bersama menentukan kemasaman total. pH yang diukur pada suspensi tanah dalam larutan garam netral (seperti KCl) menunjukan kemasaman total oleh karena K+ dapat melepaskan H+ yang terjerap dengan mekanisme pertukaran.Binatang biasanya dianggap sebagai penyumbang sekunder setelah tumbuhan. Mereka akan menggunakan bahan ini atau bahan organik sebagai sumber energi. Bentuk kehidupan tertentu terutama cacing tanah, sentripoda atau semut memainkan peranan penting dalam pemindahan sisa tanaman dari permukaan ke dalam tanah.

  1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pelaksanaan prsktikum maka dapat disimpulkan bahwa :

  1. pH tanah hutan dengan pengamatan pH H2O adalah sebesar 4,09 sedangkan dengan pengamatan  pH KCl adalah sebesar 3,6
  2. pH tanah hutan yang telah dihitung diketahui kurang dari 7 ( < 7 ) maka termasuk jenis tanah masam yang kejenuhan basanya rendah.

 

 

Praktikum X

  1. Shift : Genap
  2. Materi : Penetapan pH Tanah Pertanian
  3. Bahan dan Alat :
  • Air Suling
  • pH elektroda
  • -Larutan KCL
  • Neraca Ohaus
  • Gelas Piala 50 ml
  1. Prosedur Kerja :
    1. Timbang tanah seberat 10 gr sebanyak 2 x
    2. 10 gr pertama masukkan ke dalam botol pertama dan 10 gr kedua masukkan ke dalam botol kedua
    3. Dengan perbandingan 1 : 2 berarti airnya 20 ml pada tabung pertma tambah 20 ml aquades
    4. Pada tabung kedua tambahkan air suling /aquades sebanyak 20ml,kemudian tutup mulut tabung
    5. Lalu kocok selama 30 menit dengan mesin pengocok
    6. Setelah dikocok diamkan selama 15 menit lalu ukur pH-nyadengan pH elektroda
  1. Hasil dan Pembahasan
    1. Hasil
NO Berat Tanah

pH

H2O

KCl

1 10 gr

5,15

4,20

2 10 gr
  1. Pembahasan

Elektrometrik reaksi tanah ditentukan antara lain dengan pH meter, sedangkan kalorimetrik dapat dikerjakan dengan kertas pH. Sedangkan pada praktikum ini pH tanah ditentukan dengan pH Elektoda. pH  aktual dianalisis dengan cara mencampurkan tanah dengan air (H2O), sedangkan pH potensial diukur dengan cara mencampurkan tanah dengan KCl. Berdasarkan hasil praktikum ini diketahui pH tanah pertanian lebih tinggi dibandingkan pH tanah hutan ini dapat dikarenakan tanah pertanian biasanya telah dilakukan proses pengapuran . Dari hasil pengamatan pH H2O diketahui bahwa pH tanah adalah sebesar 5,15 sedangkan untuk pengamatan pH KCl diketahui bahwa pH tanah adalah sebesar 4,20 . Dari data tersebut dapat dilihat bahwa pH H2O lebih  tinggi dari pH KCl. Hal-hal yang perlu diamati dalam analisis kimia tanah adalah pH tanah, kandungan Bahan Organik, kadar kapur (CaCO3) dan konkresi Mn. pH tanah digunakan untuk mengetahui aktivitas organisme, ketersediaan hara, keracunan dan jenis tanaman yang dapat tumbuh pada kondisi tanah tersebut. Penentuan pH tanah dapat dilakukan secara elektronik dan kalorimetrik, baik laboratorium maupun lapangan.

  1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pelaksanaan prsktikum maka dapat disimpulkan bahwa :

  1. pH tanah pertanian dengan pengamatan pH H2O adalah sebesar 5,15 sedangkan dengan pengamatan  pH KCl adalah sebesar 4,20
  2. pH tanah hutan yang telah dihitung diketahui kurang dari 7 ( < 7 ) maka termasuk jenis tanah masam yang kejenuhan basanya rendah.
  3. pH tanah pertanian lebih tinggi dibandingkan tanah hutan karena tanah pertanian biasanya telah mengalami proses pengapuran yang berguna untuk meningkatkan produksi tanaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s