HyoJung’s Story : The Beginning

Tittle: The Beginning

Author: Park Hyosang @PriGtHs1004

Rating: T

Main Cast: Leeteuk (Super Junior), Shin Hyosang (OC)

Support Cast: All Member Super Junior

Sorry for typo.. Happy reading!

 

Hyosang’s POV

Would you be my girl?” tanya pria dihadapanku ini.

–Flashback–

“Lusa kita akan mengadakan acara amal. Kuharap acara ini bisa diselenggarakan dengan baik,” ucap Dongjoon, Sunbaeku sekaligus pimpinan rapat hari ini.

“Oh, aku hampir lupa. Pada acara itu, kita akan kedatangan seorang tamu. Dia merupakan artis terkenal. Tapi, dia tidak mau ada satu kamera pun yang menyorot acara amal ini nantinya,” lanjut Dongjoon Sunbae.

Wow, baru kali ini aku mendengar ada artis yang tidak ingin disorot kamera saat melakukan acara amal. Padahal artis-artis lain pasti akan mengundang wartawan sebanyak mungkin untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Sunbae, siapa nama artis itu?” tanya salah seorang temanku.

“Park Jungsoo,” jawab Dongjoon Sunbae.

Nugu? Siapa Park Jungsoo? Aku baru mendengarnya. Apa dia bukan artis terkenal? Kulihat para peserta rapat mengangguk-angguk mengerti, bahkan ada beberapa teman-temanku yang tersenyum senang mendengar nama itu.

“Jihye-ya, Park Jungsoo itu siapa?” tanyaku pada temanku Jihye setelah rapat usai.

“Hah.. Kau benar-benar tidak tahu? Aisshh, keterlaluan sekali bocah ini,” ucapnya.

Ya.. Jawab saja pertanyaanku. Mengapa malah mengataiku,” ujarku tak terima.

“Hyo, apa kau tahu Super Junior?” tanya Jihye.

“Mengapa kau malah balik bertanya? Tentu saja aku tahu. Hanya orang pabo yang tidak tahu Super Junior,” jawabku.

“Berarti kau pabo. Park Jungsoo itu member Super Junior,” ucapnya.

“Hah? Apa dia anggota baru? Mengapa aku tidak tahu nama itu?” tanyaku lagi.

“Hah, kau ini. Yang kau tahu dari Super Junior hanya Yesung seorang. Sekali-sekali carilah info tentang member lainnya.”

“Lalu, siapa Park Jungsoo ini?” tanyaku masih penasaran.

“Kan tadi sudah kubilang, dia member Super Junior,” jawabnya kesal.

“Tapi aku kan tidak pernah mendengar nama itu!”

“Kau tahu leader Super Junior?”

Ne. Leeteuk Oppa,” jawabku.

“Nah, dia itu Park Jungsoo, pabo.”

What? Berarti Leeteuk Oppa akan hadir pada acara amal yang kita buat?” tanyaku yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Jihye.

Hebat. Hanya itu kata yang mampu aku ungkapkan untuk Tuan Park Jungsoo ini. Dia benar-benar terlihat berbeda. Tidak hanya tampan, tapi juga baik hati. Dia menyumbang sangat banyak untuk acara yang kami selenggarakan ini. Dan satu hal lagi yang membuatku kagum, dia tidak ingin kegiatan amalnya ini diketahui siapapun.

“Aku hanya tidak ingin terlihat seperti orang menyedihkan yang harus selalu diliput saat memberikan sesuatu pada orang lain,” jawabnya saat aku tanya mengapa dia tidak mengundang wartawan.

“Lalu.. Apa aku boleh tahu siapa namamu?” tanyanya sambil tersenyum.

“Ah, maaf aku lupa memperkenalkan diri. Jeoneun, Shin Hyo Sang imnida. Mannaseo bangaseumnida, Jungsoo-ssi,” ucapku memperkenalkan diri.

“Hyosang-ssi, kau kuliah di SNU?”

“Ne, aku baru semester 2,” jawabku.

“Benarkah? Berapa umurmu sekarang?”

“19 tahun. Waeyo?”

“Wah, kau harus memanggilku Oppa. Aku 9 tahun lebih tua darimu,” ucapnya.

“Ah.. ne, Oppa.”

“Jadi, mulai sekarang kita berteman?” tanyanya yang kujawab dengan anggukan.

–Flashback End–

“Shin Hyosang, would you be my girl?” tanyanya sekali lagi karena aku yang terlalu lama diam.

“Sebelum aku menjawab, boleh aku bertanya satu hal?” ucapku.

Ne, marhaebwa.”

“Apa Oppa mencintaiku?” tanyaku.

“Hyo, jika aku tidak mencintaimu lalu untuk apa aku memintamu untuk menjadi kekasihku?”

“Kenapa?”

“Eh?”

“Kenapa Oppa mencintaiku?”

“Aku tidak tahu. Yang aku tahu aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Aku tidak tahu harus berbuat apa jika tidak ada kau di sisiku. Bahkan aku sulit bernapas tanpamu. Lagipula, bukankah cinta tidak pernah membutuhkan alasan?” tanyanya retoris.

Aku hanya diam mendengarnya. Jujur saja aku takut menerima pernyataannya. Dia adalah seorang idol star. Artis terkenal. Jika aku jadi yeojachingunya, bagaimana reaksi penggemarnya yang tidak sedikit itu? Apa mereka akan menerimaku atau malah aku akan habis diteror? Tapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, aku mencintainya. Sejak awal pertemuanku di acara kampusku dulu aku sudah mengagumi sosok ini. Dan kekaguman itu perlahan berubah menjadi rasa cinta.

“Hyo, apa kau meragukanku?” tanyanya sambil menggenggam tanganku erat.

Ani, Oppa. Aku…”

“Percayalah, Hyo, aku akan membahagiakanmu. Aku akan selalu melindungimu. Aku akan…”

“Jangan terlalu banyak menjanjikan hal yang belum tentu bisa Oppa lakukan,” ucapku memotong pembicaraannya.

“Aku akan melakukan apapun demi kebahagiannmu, Hyo. Dan sekarang sudah saatnya kau menjawab pertanyaanku tadi,” ucapnya sungguh-sungguh.

“Mmm.. Baiklah. Aku akan mencobanya,” ucapku pelan.

“Jadi.. kau menerimaku?” tanyanya semangat. Aku mengganggukkan kepalaku sambil menatapnya penuh arti.

Jungsoo Oppa langung memelukku erat, “Gomawo, Hyo. Jeongmal gomawo,” bisiknya tepat ditelingaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s