HyoJung’s Story #1 : I’m Still With You

Author: Park Hyosang @PriGtHs1004

Rating: T

Main Cast: Leeteuk (Super Junior), Shin Hyosang (OC)

Support Cast: All Member Super Junior

Sorry for typo.. Happy reading!

 

@Star City Apartemen Lantai 9

“IGE MWOYA??!!!” teriakan Hyosang menggema di seluruh penjuru ruangan dan membuat kedua orang lainnya terlonjak kaget.

“Ya.. Mengapa berteriak seperti itu? Kau mau membuatku tuli?” tanya Rae Ah sambil menutup telingnya.

“Coba kau lihat ini. Apa-apaan ini? Aku benar-benar tidak terima!” ucap Hyosang penuh emosi.

Rae Ah mengambil I-Pad yang dipegang Hyosang dan membaca artikel yang tertulis di sana, ‘SUPER JUNIOR AKAN MENGIKUTI ACARA WE GOT MARRIED’.

“Apa masalahnya?” tanya Hyunki yang entah sejak kapan sudah duduk di sebelah mereka.

“Eonnie, yang ikut adalah Jungsoo Oppa dan Eonnie bilang ‘apa masalahnya’?” ucap Hyosang sinis.

“Tahu darimana yang akan ikut adalah Jungsoo Oppa?” tanya Hyunki lagi.

“Semalam dia mengatakannya padaku. Kukira dia hanya bercanda. Tapi ternyata..” ucap Hyosang pelan.

“Ya.. Kalau Oppa sudah mengatakannya padamu, lalu mengapa reaksimu seperti ini?” ucap Rae Ah.

“Aku tidak menyangka kalau Jungsoo Oppa serius. Aku tidak siap menghadapinya,” ujar Hyosang.

“Hyo-ya, ini kan hanya pekerjaan yang harus dilakukan oleh Jungsoo Oppa. Kau harus bisa mengerti keadaannya. Tidak mudah bagi Jungsoo Oppa melakukan hal seperti ini. Jadi, kuharap kau bisa memberikan perngertianmu padanya, arrachi?” ucap Rae Ah bijaksana.

Hyosang mengangguk ragu menanggapi nasihat adik Leeteuk itu. Dia tidak yakin bisa melaluinya dengan mudah. Tapi dalam hati Hyosang berjanji akan selalu mendukung apapun yang dilakukan Leeteuk selama itu demi kebaikannya.

^^^^

@Super Show 4 Location

Hyosang’s POV

Aku memperhatikan orang-orang yang ada di backstage ini. Mereka semua benar-benar terlihat sibuk. Ku alihkan pandanganku pada member Super Junior yang sedang bersiap tampil di hari kedua Super Show ini. Mereka benar-benar menakjubkan. Aku ragu apakah mereka benar-benar manusia karena mereka sempurna. Ah bukan, THEY ARE MORE THAN PERFECT.

Jungsoo Oppa menghampiriku dan mengecup pipiku sekilas. Aku memberikan senyum terbaikku padanya, “Mengapa memperhatikan kami seperti tadi?” tanyanya.

“Ani.. Aku tidak memperhatikan kalian,” ucapku mengelak. Jujur saja aku malu karena ketahuan memperhatikan mereka.

“Kau ini tidak berbakat menjadi pembohong, Hyo. Katakan saja kalau kau terpesona padaku kan?” ucapnya sambil terkekeh pelan.

Binggo. Tebakanmu tepat sekali Park Jungsoo.

“Siapa bilang aku terpesona padamu? Sejak awal yang aku sukai hanya Yesung Oppa. Dia benar-benar tampan dan suaranya sangat indah,” ucapku.

“Ya.. Yang kekasihmu itu kan aku. Mengapa kau malah memuji pria lain?” tanyanya tak terima.

“Terima saja, Oppa. Yesung Oppa memang keren,” ucap Hyunki  Eonnie membelaku.

“Ya! Mengapa kau malah ikut-ikutan memuji Yesung Hyung, chagi,” ucap Sungmin manja.

“Hahaha.. Mian. Oppa tetap yang paling TOP,” ucap Hyunki sambil mengacungkan kedua jempolnya ke arah Sungmin. Aku hanya tersenyum melihat kelakuan mereka.

Tiba-tiba seorang staf mengatakan bahwa sudah saatnya mereka tampil. Jungsoo Oppa memelukku dan mengecup keningku sebelum naik ke atas panggung.

“Semangat, ya!” ucapku sebelum dia meninggalkan ruang tunggu ini.

Aku bersama Hyunki Eonni, Rae Ah Eonnie dan Hyera menonton aksi mereka dari monitor yang memang disediakan di ruang tunggu. Sudah beberapa lagu mereka nyanyikan bersama dengan teriakan-teriakan ELF yang tidak pernah berhenti. Dan sekarang setalah penampilan solo dari beberapa member, tibalah saatnya Jungsoo Oppa yang akan tampil. Semua member berkumpul di ruang tunggu untuk melihatnya. Beberapa dari mereka menatapku cemas.

“Wae? Kenapa menatapku seperti itu?” tanyaku.

“Ani, Hyo. Kita teruskan saja melihat Teuki Hyung,” ucap Hyukjae Oppa takut-takut.

Aku memutuskan untuk tidak memperdulikan tatapan mereka lagi. Kufokuskan mataku melihat penampilan Jungsoo Oppa. Dia memainkan saxophone, membawakan lagu Loving You. Dan sekarang dia duduk di depan piano dan memainkan sebuah lagu.

“Yaiii, ini kan lagu kesukaanku,” teriakku tanpa sadar saat Jungsoo Oppa mulai memainkan pianonya dan menyanyikan lagu SHE. Tapi tiba-tiba saja senyum bahagiaku hilang saat kulihat Jungsoo Oppa memberikan setangkai mawar merah dan sebuah cincin pada seorang wanita. Wanita yang menjadi pasangannya, Kang Sora. Mataku memanas menahan sesuatu  yang mendesak keluar. Tapi kutahan airmataku. Aku tidak mau menangis di hadapan mereka semua.

“Hyo, gwaenchana?” tanya Hyera pelan sambil memegang tanganku.

Aku tidak menjawab pertanyaan teman baikku itu. Yang mampu aku lakukan hanyalah menganggukkan kepalaku sambil memaksakan sebuah senyum. Aku memasang headset ke telingaku dan beranjak pergi dari tempat ini. Berlama-lama di sini hanya membuatku bertambah sesak.

“Hyo, kau mau kemana?” tanya Yesung Oppa padaku.

“Mencari angin sebentar. Di sini panas sekali,” ucapku tanpa menoleh ke belakang lagi.

^^^^

Dan di sinilah aku sekarang. Duduk sendirian di tepi sungai Han. Waktu yang sudah menunjukkan lewat tengah malam tidak membuatku beranjak dari tempat ini. Aku membutuhkan waktu untuk merenungi semua yang sudah terjadi.

“Going mad, huh?” tanya seseorang yang tiba-tiba sudah duduk di sebelahku. Aku langsung mengenali si pemilik suara ini, Heechul Oppa. Aku tersenyum datar menanggapi pertanyaannya.

Heechul Oppa memang orang yang paling mengerti keadaanku. Dia tahu kapan aku butuh teman untuk berbagi, kapan aku sedang ingin seorang diri, dan dia selalu tahu saat aku sedang ingin diam seperti saat ini. Heechul Oppa hanya duduk di sebelahku tanpa melakukan apapun atau bertanya ini-itu padaku. Dia benar-benar menemaniku berdiam diri di sini. Inilah yang aku suka darinya, dia mengerti apa yang aku rasakan tanpa harus aku ungkapkan padanya.

“Nan.. babonikka,” ucapku setelah sekian lama berdiam diri. Heechul Oppa hanya menatapku penuh arti. Dia tahu aku sedang ingin menceritakan masalahku padanya, jadi yang dia lakukan hanya menjadi pendengar yang baik tanpa menyela satupun kalimatku.

“Aku merasa sangat bodoh. Bagaimana bisa aku cemburu padanya? Inikan hanya sebuah acara konyol yang tidak berarti apa-apa,” lanjutku. Heechul Oppa masih saja diam menantikan kelanjutan keluhanku.

“Aku salah…..” ucapku lagi.

“Kau tidak salah, Hyo. Kau tidak pernah salah,” ucap Heechul Oppa tegas.

“Ani, Oppa. Aku..”

“Kau hanya mencintainya. Itu saja,” ucap Heechul Oppa memotong kalimatku. “Kau cemburu karena kau terlalu mencintai Jungsoo. Dan itu bukanlah suatu kesalahan.”

“Mungkin Oppa beranggapan seperti itu. Tapi apa pendapatnya juga sama? Atau mungkin dia malah menganggapku yeoja yang tidak pengertian?” ucapku gusar.

“Jungsoo tidak akan pernah berpikir seperti itu. Kau terlalu berharga untuknya. Tidak akan pernah terlintas di pikirannya sesuatu yang negatif tentang dirimu,” ucap Heechul Oppa sambil menyentuh ujung hidungku dengan telunjuknya.

“Jinjayo? Bagaimana Oppa bisa tahu pikiran Jungsoo Oppa?” tanyaku iseng.

“10 tahun bukanlah waktu yang sebentar bagiku untuk mengetahui sifat Jungsoo. Aku mengenalnya sebaik aku mengenal diriku sendiri,” jawabnya yakin.

Aku kembali terdiam. Ku lirik jam yang melingkar di pergelangan tanganku, pukul 01.30 dini hari. Ternyata sudah cukup lama aku disini. Super Show pasti sudah selesai.

“Kita pulang sekarang?” tanya Heechul Oppa. Aku hanya menatapnya malas.

“Jika kau menunggu si bebek itu datang, itu tidak akan mungkin terjadi. Saat ini mungkin dia sedang pingsan di backstage karena terlalu lelah,” ucap Heechul Oppa dingin.

“Dia memang selalu seperti itu, ya? Tidak pernah berubah,” ucapku.

“Hmm. Dan sebaiknya sekarang kita pulang karena di sini dingin sekali. Kajja,” ujar Heechul Oppa sambil menarik tanganku.

^^^^

Author POV

Hyosang tiba di apartemennya pukul 02.00 dini hari. Heechul sengaja tidak mengantarkannya sampai depan pintu dengan alasan ingin cepat-cepat tidur. Hyosang melangkahkan kakinya di apartemennya dengan malas. Semua lampu mati dan membuat suasana menjadi sedikit menyeramkan.

Tiba-tiba saja lampu di sudut ruang tamu hidup. Di sana Leeteuk menantikan Hyosang dengan memegang sebuah gitar. Hyosang hanya diam dan menatap heran ke arah Leeteuk. Tanpa peduli dengan tatapan aneh dari Hyosang, Leeteuk mulai memetik gitarnya dan menyanyikan sebuah lagu.

I sing a song for you nae sarang deullyeoyo
Mianhaeyo mianhaeyo nae mal deullyeoyo
Hamkkae hajadeon yaksok motjikyeotseoyo
I sing a song for you ee mal itjimayo
Eodiseodeun eonjaerado nareul bureumyun
Han georeumae dallyeogalteni
I sing a song for you nae norae deullyeoyo
Saranghaeyo saranghaeyo nae mal deullyeoyo
Sesaengi kkutnado nae noraen yeongwonhaeyo

[I sing a song for you
Can you hear my love ?
I’m sorry, I’m sorry
Can you hear my words ?
I couldn’t keep the promise I made
To be together
I sing a song for you
Don’t forget these words
Whenever, wherever you are
If you call to me
I’ll run to you
I sing a song for you
Can you hear my song ?
I love you, I love you
Can you hear my words ?
Even if the world end, my song will last forever]

F.T Island – A Song For You (Korean Version)

“Mianhae, Hyo. Aku selalu membuatmu marah,” ucap Leeteuk di akhir lagunya. Hyosang bingung harus menjawa apa. Yang dilakukannya hanya diam dan menatap Leeteuk penuh haru.

“Mau memaafkanku?” tanya Leeteuk yang sudah beranjak mendekat ke arah Hyosang.

“Karena Oppa sudah menyanyikan lagu kesukaanku, maka kali ini Oppa aku maafkan,” ucap Hyosang yang langsung mendapat pelukan dari Leeteuk.

“Gomawo, chagi.”

“Keundae, Oppa.. Tidak bisakah Oppa membiarkan aku marah padamu untuk satu atau dua hari? Kita belum pernah bertengkar sampai lebih dari 5 jam,” pinta Hyosang yang masih berada di pelukan Leeteuk.

“Tidak bisa dan tidak boleh, Hyo. Jika kau marah padaku lebih dari 5 jam, maka aku bisa gila. Aku ingin selalu membuatmu tersenyum.”

“Bagaimana kalau sebaliknya, Oppa yang marah padaku, ottae?” tanya Hyosang lagi.

“Kau tidak akan pernah membuatku marah, Hyo. Kyuhyun yang evil seperti itu saja tidak pernah berhasil membuatku marah padanya, apalagi kau, chagi.”

“Belum tentu, Oppa.”

“Benarkah? Apa yang membuatmu seyakin itu?”

“Molla. Tapi firasatku mengatakan bahwa suatu saat Oppa akan marah padaku dan kita akan bertengkar selama lebih dari satu hari,” ucap Hyosang yakin.

“Aigoo.. uri Hyosang, mengapa ada orang sepertimu? Semua orang ingin hubungan mereka baik-baik saja, tapi kau malah ingin kita bertengkar,” ucap Leeteuk sambil mengelus kepala Hyosang.

“Hehehe..” Hyosang memamerkan senyum khasnya.

“Tidurlah, ini sudah malam.”

“Rae Ah dan Hyunki Eonnie dimana?” tanya Hyosang.

“Mereka aku suruh tidur di kamarku. Donghae di lantai 11 bersama Eunhyuk,” jelas Leeteuk sambil mengantar Hyosang menuju tempat tidurnya.

“Berarti aku sendirian?” ucap Hyosang takut.

“Kan ada aku,” ucap Leeteuk sambil tersenyum manis.

“Jangan pernah tinggalkan aku sendirian, arraseo?”

“As you wish, my princess. Sekarang tidurlah. Aku akan di sini, menjagamu,” ucap Leeteuk sambil memberikan ciuman pengantar tidur bagi Hyosang.

Close your eyes, go to sleep
Know my love is all around you
Dream in peace, when you wake
You will know I’m still with you
I’m still with you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s