HyoJung’s Story #4 : Daesang for Them

Tittle: Daesang for Them

Author: Park Hyosang @PriGtHs1004

Rating: T

Main Cast: Leeteuk (Super Junior), Shin Hyosang (OC)

Support Cast: All Member Super Junior

Sorry for typo.. Happy reading!

 

11 Januari 2012

@Golden Disk Award

Leeteuk’s POV

Aku benar-benar gugup. Ini pertama kalinya aku menjadi MC acara sebesar ini. Dan yang membuatku semakin risau adalah penghargaan itu. Apakah kali ini kami akan mendapatkannya atau malah seperti tahun lalu saat kami kehilangan piala itu? Aku takut dongsaeng-ku kecewa lagi. Aku takut melihat mereka marah dan menangis seperti tahun lalu. Piala itu adalah hal yang sangat ingin kumiliki sebelum aku berangkat wajib militer. Setidaknya jika nanti kami mendapatkannya, maka itu menjadi piala daesang terakhir yang bisa aku pegang.

Aku merasakan sebuah tangan mungil yang menggenggam jemariku erat. Hangat. Itulah yang kurasakan. Aku menoleh padanya dan dia tersenyum manis.

“Wajah Oppa yang sedang grogi benar-benar lucu,” ucapnya geli.

“Jangan menggodaku, Hyo. Aku benar-benar cemas,” ucapku jujur.

Oppa pasti bisa. Dan aku yakin daesang akan ada di tangan Oppa sebentar lagi,” ucapnya optimis. Kusunggingkan senyumku padanya. Dia selalu bisa membuatku merasa lebih baik. Entah bagaimana seandainya kemarin dia tidak mau ku ajak ke sini, mungkin aku tidak akan sanggup berdiri di panggung itu.

Gomawo, Hyo.” Kukecup puncak kepalanya untuk mengurangi rasa gugup yang sedang melandaku.

“Jungsoo-ya, sudah saatnya kau tampil. Berikan yang terbaik untuk kami semua, arraseo?” ucap Manager Hyung padaku.

Hyosang melepaskan genggaman tangannya dan menyuruhku segera tampil. Huft, aku rasa aku butuh tambahan oksigen saat ini. Sebelum keluar dari ruang tunggu ini, aku memanggil kembali Hyosang agar mendekat padaku. Kuletakkan kedua tanganku di sisi wajahnya. Kudekatkan kepalaku dengannya sehingga dahi kami beradu.

“Doakan aku, Hyo,” ucapku sambil memejamkan mataku.

“Pasti,” ucapnya pelan. Kucium dahinya sebelum aku benar-benar meninggalkan ruang tunggu ini.

^^^

Hyosang’s POV

Sebentar lagi pengumuman daesang award dibacakan. Jujur saja, aku benar-benar gugup. Aku takut kejadian tahun lalu terulang lagi. Aku tidak tega melihat wajah Oppadeul yang kecewa. Semoga tahun ini  piala itu menjadi milik Super Junior.

Aku kembali melihat wajahku di cermin. Berulang kali aku melatih senyum terbaikku untuk menyambut mereka. Apapun yang terjadi, aku harus bisa tersenyum untuk menyemangati mereka. Aku tidak ingin menambah sedih suasana dengan menampakkan wajah muram.

Sepertinya sudah pemenangnya sudah ditentukan. Aku belum tahu apa yang terjadi. Aku terlalu takut untuk melihatnya. Dan tanpa kuduga sebelumnya pintu ruangan ini terbuka. Suara-suara yang sudah begitu familiar di telingaku terdengar sangat ribut, seperti biasanya. Memang sejak awal acara, mereka sudah mendapatkan 3 piala. Tapi, piala-piala itu seperti tidak berarti tanpa sebuah piala berwarna silver yang sangat diinginkan Jungsoo Oppa.

Mereka masuk satu-persatu. Wajah mereka benar-benar tak bisa ku tebak saat ini. Sosok yang sejak tadi kutunggu muncul paling terakhir. Dan aku benar-benar tak tahu harus bicara apa saat melihat apa yang dipegangnya. Sebuah piala berwarna perak yang menjadi impian terbesarnya. Kulihat dia menyunggingkan senyum padaku, tapi aku masih sulit bereaksi dengan semuanya. Aku hanya terpaku di tempatku berdiri.

Jungsoo Oppa menyerahkan piala itu pada Kyuhyun dan segera mendekat ke arahku. Jungsoo Oppa langsung memelukku dengan sangat erat.

Gomawo, Hyo. Ini semua berkat doamu,” ucapnya penuh haru. Aku tahu dia pasti sedang berusaha menahan tangis.

“Hahaha.. Kan tadi sudah kubilang. Piala itu akan ada di tangan Oppa,” ucapku sambil tertawa untuk mencairkan suasana. Jungsoo Oppa melepaskan pelukannya dan mengacak rambutku.

Kutatap satu persatu member Super Junior. Wajah-wajah penuh kebanggaan dan kebahagiaan terpampang jelas di hadapanku. Terbayar sudah kerja keras mereka untuk album kelima ini. Tidak sia-sia mereka berlatih keras selama ini. Tanpa sadar, aku tersenyum menatap mereka semua.

“Hyo, gomawo..” ucap Hyukjae Oppa sembari memelukku.

Ya! Kenapa berterima kasih padaku?” tanyaku yang masih berada di pelukannya.

“Kau selalu menyemangati kami. Kau yang selalu membuat kami tersenyum. Gomawo, Hyo,” ucapnya lagi.

Kulepas pelukannya dan kutatap matanya. Dan kulihat dia meneteskan air mata, “Ya! Sudah ku bilang kan kalau aku paling benci melihat namja menangis di depanku. Jungsoo Oppa saja tidak menangis tadi. Cepat hapus airmatamu, atau kau akan kuseret keluar dan kutelanjangi?!” ucapku.

Hyukjae Oppa cepat-cepat menghapus airmatanya, begitu juga member lain yang terlihat hampir menangis tadi.

“Ini kan moment bahagia. Seharusnya kalian tertawa, bukan menangis seperti bayi,” ucapku lagi. Jungsoo Oppa kembali mengacak-acak rambutku.

^^^^

@Hotel, Hyosang’s Room

Setelah perayaan yang sangat heboh, kami semua kembali ke hotel tempat kami menginap selama di Jepang. Kamarku hanya berjarak 2 kamar dari Jungsoo Oppa. Dan sekarang dia di sini, duduk di sampingku sambil meminum hot chocolate buatanku.

“Boleh aku bertanya satu hal?” tanyaku.

“Apa?” Jungsoo Oppa malah balik bertanya.

“Bagaimana rasanya kehilangan orang yang Oppa sayangi? Maksudku mereka berempat sudah tidak bersama Oppa,” ucapku hati-hati. Jungsoo Oppa diam, sepertinya dia tahu kemana arah pembicaraanku.

“Kau tahu, rasanya berat sekali. Seperti memikul berton-ton beban di punggungku. Kehilangan mereka sama saja dengan kehilangan separuh dari diriku. Dari awal kami bersama, tapi di tengah jalan mereka pergi meninggalkanku,” ucapnya. Aku hanya diam menantinya bicara lagi. Memang inilah tujuanku, agar dia bisa berbagi sedikit beban yang dimilikinya.

“Aku sempat terpuruk saat Hankyung tiba-tiba keluar begitu saja. Aku sempat merasa sangat marah saat Youngwoon terlibat dalam banyak kasus. Dan aku sempat begitu kecewa saat Kibum lebih memilih berkarir sebagai aktor dari pada bersama kami di sini. Tapi, begitu aku melihat ke belakangku, di sana, ada dongsaengdongsaengku yang lain. Mereka semua membutuhkanku. Aku harus bisa berdiri tegak demi mereka. Aku harus bisa tersenyum seakan tidak pernah terjadi apa-apa agar mereka tidak sedih. Aku harus bisa mengatakan bahwa semua baik-baik saja walaupun aku sendiri ragu dengan ucapanku. Aku harus bisa melakukan semuanya agar dongsaeng-ku yang lain tidak merasakan hal yang sama denganku. Aku harus bisa, walaupun di sini rasanya sakit sekali,” ucapnya sambil memegang dadanya. Wajahnya tertunduk, pertahanannya runtuh dan airmata perlahan mengalir di pipinya.

Aku tidak tahu bahwa selama ini Jungsoo Oppa memendam rasa sakit yang teramat dalam. Dia terluka, dan tidak ada seorang pun yang tahu. Perlahan kuhapus airmatanya. Kurengkuh ia ke pelukanku, berharap dapat memberikan sedikit kekuatan dengan menepuk-nepuk punggungnya pelan.

“Aku bukanlah leader yang baik, Hyo. Aku tidak bisa menjaga keutuhan grupku sendiri. Aku gagal,” ucapnya di sela isak tangisnya yang memilukan.

Oppa tidak pernah gagal. Oppa adalah leader terbaik yang pernah ada. Oppa bisa membuktikan pada dunia bahwa Super Junior adalah yang terbaik,” ucapku menguatkan.

Lama Jungsoo Oppa menangis di pelukanku. Kali ini kubiarkan dia menangis untuk mengurangi sedikit beban yang menghimpitnya selama ini. Di tengah kebahagiaan setelah mendapatkan daesang tadi, aku memang melihat sesuatu yang berbeda di matanya. Dia terlihat sangat merindukan mereka. Mereka yang sudah beberapa tahun ini tidak lagi ada di sampingnya.

Tiba-tiba pintu kamarku diketuk seseorang. Segera kulepaskan pelukanku pada Jungsoo Oppa dan membukakan pintu. Ternyata semua member sudah berkumpul di depan pintu kamarku.

“Ada apa ini? Kalian ingin unjuk rasa di depan kamarku?” tanyaku heran melihat kerumunan ini.

“Kami ingin merayakan kemenangan tadi, Hyo,” jawab Donghae Oppa dengan gayanya yang khas.

Mwo? Bukannya tadi sudah?” tanyaku lagi.

“Iya. Tapi kali ini kami ingin merayakannya sendiri, tanpa ada orang lain,” ucap Jongwoon Oppa.

“Lalu mengapa kalian malah berkumpul di sini?” tanyaku masih heran.

“Ya! Apa kau lupa.. Leader kami sedang ada di kamarmu. Makanya kami menjemputnya kemari,” ucap Kyuhyun. Aishh.. Aku memang lupa jika Jungsoo Oppa di sini. Penyakitku yang satu ini memang susah disembuhkan.

“Sebenarnya apa yang sedang kalian lakukan berdua di kamar hotel? Kalian tidak sedang….” ucapan Hyukjae Oppa segera kupotong, “Ya! Dasar otak yadong. Kau pikir aku wanita macam apa, hah?”

Aishh, kalian terlalu lama. Minggir biar aku yang menyeret Teuki Hyung keluar,” ucap Donghae Oppa sambil menerobos masuk kamarku.

Aku hanya pasrah dan mengikutinya bersama member yang lain. Hah, aku lupa jika tadi Jungsoo Oppa sedang menangis. Bagaimana jika mereka melihatnya? Wah, aku benar-benar pabo.

Hyung, gwaenchana? Hyung menangis?” tanya Donghae Oppa.

Ani.. Hyung tidak menangis,” jawabnya pelan.

Geotjimal. Matamu merah dan bengkak begini, Hyung,” ucap Donghae Oppa.

Ani. Ini hanya iritasi. Lagipula aku akan habis jika menangis di hadapan Hyosang,” ucap Jungsoo Oppa sambil menatapku penuh arti.

“Ya! Katanya Oppadeul ingin pesta. Mengapa malah menginterogasi Jungsoo Oppa?” tanyaku untuk mengalihkan pembicaraan.

“Oh, ne. Hyung, ayo kita buat perayaan untuk kemenangan kita. Kami sudah menyiapkan semuanya di kamarmu,” ucap Donghae Oppa antusias.

“Oh, benarkah? Kalau begitu ayo kita segera pesta..” ucap Jungsoo Oppa ikut antusias.

“Kajja,” ucap Jongwoon Oppa mengajak semua member untuk keluar.

“Ayo, Hyo.” Jungsoo Oppa menarik tanganku.

Ani. Aku di sini saja. Oppa kan tahu aku tidak begitu suka pesta,” ucapku.

“Oh, baiklah. Aku pergi dulu ya,” ucapnya sambil mencium pipiku.

Ne. Dan ingat, jangan pernah menangis seperti tadi di hadapan siapapun. Jika ingin menangis, datanglah padaku. Mulai sekarang, Oppa hanya boleh menangis di depanku saja. Arraseo?”

Arraseo, chagiya..” ucapnya.

^END^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s